GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Seorang guru SMA Negeri 1 Seputih Mataram, Lampung Tengah, diduga bertindak di luar batas. Tak hanya menghalangi tugas jurnalistik yang sedang dilakukan seorang jurnalis, dia bahkan berusaha merampas ponsel dan mengusir sang jurnalis.

Rudianto, jurnalis Surat Kabar Warta News, menuturkan, dirinya datang ke SMA N I Seputih Mataram saat sekolah sedang menggelar rapat komite. Mengetahui ada wartawan, salah seorang guru yang belakangan diketahui bernama Deka Andriani melarang Rudianto meliput. Deka bahkan sempat merampas telepon genggam milik Rudi.



"Sempat mau merampas HP saya, sampai tarik-tarikan. Selanjutnya dia memanggil satpam dan mengusir saya," kata Rudi.

Ketua Komite SMA N I Seputih Mataram Tatang yang dikonfirmasi terkait hal itu mengaku tidak mengetahui adanya pelarangan dan pengusiran terhadap jurnalis. Menurut dia, rapat komite tersebut terbuka, membahas Rancangan APBS Tahun Ajaran 2019/2020.

Bahkan menurut Tatang, di dalam ruangan rapat ada wartawan yang  ikut hadir, tetapi kapasitasnya sebagai wali murid, pengurus komite atau murni sebagai jurnalis ia tak bisa memastikan.

"Mungkin hanya salah paham. Itu rapat terbuka, tidak ada larangan liputan. Saya didalam jadi tidak tahu ada peristiwa itu," kata Tatang.

Sementara Kepsek SMAN I Seputih Mataram Made Tantra belum dapat dikonfirmasi. Ponselnya tak dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR