KALIANDA (lampost.co) -- Diduga cabuli belasan siswa, seorang guru di SDN 1 Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, menghilang.
Informasi yang dihimpun lampost.co, oknum guru agama itu berinisial MJ (59) melakukan perbuatan tidak senonoh dengan meremas dan mengelus kemaluan para siswanya. Perbuatan cabul terhadap siswa putra itu dilakukana sejak lama, tapi para korban tidak ada yang berani bercerita.
"Kalau murid cewek tidak pernah diremas-remas. Punya saya diremas-remas sejak kelas IV," kata RK (12), salah seorang siswa kelas VI kepada lampost.co.
Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan oknum guru agama di ruang kerjanya. Dengan modus disuruh cabut uban, para siswa itu dipegang-pegang kemaluannya.
"Awalnya disuruh cabut uban, terus tangannya guru itu masuk ke celana dan meremas dan mengelus kemaluan saya," katanya.
Hal senada diungkapkan salah seorang orang tua siswa warga Dusun Sandaran II, desa setempat yang mengatakan jika perbuatan oknum guru itu sudah menjadi buah bibir. "Terungkapnya pekan lalu karena ada yang lapor kepada orang tuanya," kata orang tua salah seorang korban.
Dia menjelaskan hampir seluruh siswa yang menempuh ilmu di SDN tersebut merupakan korban oknum guru dan orang tua korban tidak ada yang  melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, sekolah atau kepada kepala desa setempat.
"Kalau tidak percaya tanya satu-satu keliling desa, kalau sudah menjadi korban," ujar ibu rumah tangga itu yang enggan namanya disebutkan.
Sementara itu, penjaga sekolah setempat, Robani (50), mengatakan oknum guru yang dimaksud sudah tiga hari tidak mengajar. "Sejak Senin kemarin tidak masuk kerja," ujarnya.
Saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala SDN 1 Sukabanjar, Katirin tidak mengangkat meskipun nada tersambung. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim, tidak dibalas.
Kepala Desa Sukabanjar, Asikin mengaku tidak tahu pasti permasalahan yang dialami warganya.
"Saya baru tahu tadi, itu pun masih belum jelas," katanya.
Asikin berencana memanggil oknum guru itu untuk diminta keterangan mengenai kabar yang berkembang saat ini.
"Kebetulan oknum itu warga sini juga, nanti saya minta keterangannya lebih dahulu," katanya.
Secara terpisah, Kapolsek Sidomulyo AKP Bushriyanto mengatakan pihaknya tidak mengetahui permasalahan yang dialami belasan siswa SDN 1 Sukabanjar itu. "Belum monitor karena belum ada yang laporan," katanya singkat.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR