BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala OJK Lampung Indra Krisna menekankan sektor pasar modal dan industri keuangan nonbank (IKNB) bisa berupaya maksimal untuk mencapainya. Sebab, dari nilai literasi 26,9% dan inklusi sebesar 69,8% itu 90% disumbangkan dari perbankan. Sehingga pasar modal dan 6 IKNB baru berkontribusi 10% terhadap literasi dan inklusi keuangan.

"Pemahaman dan pengetahuan masyarakat masih minim untuk menempatkan uangnya, seperti menabung di bank atau berinvestasi di pasar modal. Sehingga penggunaan produk IJK pun masih rendah. Untuk itu, perlu lebih gencar menyosialisasikan produk-produknya," ujar dia.



Selain itu, kata Indra, untuk meningkatkan inklusi masyarakat, OJK pun menginisiasi pembukaan jaringan layanan keuangan tanpa kantor (laku pandai) pada perbankan. Melalui itu, layanan bank bisa beroperasi hingga ke daerah terpencil melalui agen-agennya yang bermitra dengan masyarakat.

"Kalau di bank nama programnya bermacam-macam. Dengan mendekatnya layanan IJK sampai daerah desa terpencil sekali pun, masyarakat bisa menggunakan produk jasa keuangan. Tugas kami membuka jaringan laku pandai itu, karena jika bank membuka kantor baru biayanya sangat besar. Makanya saya yakin 2019 akan tercapai target nasional di Lampung," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR