BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Persatuan Ojek Kota Bandar Lampung (Pokbal) kembali melakukan sweeping puluhan atribut trasnportasi berbasis online Gojek, Senin (11/9/2017).

Ketua Pokbal, Albert mengatakan hasil sweeping beberapa hari tersebut dikumpulkan dan diserahkan kepada pemerintah kota (pemkot) Bandar Lampung untuk meminta keseriusan pemkot dalam menutup perusahaan aplikasi tersebut.



Pokbal kembali melakukan sweeping puluhan atribut Gojek. (firman)

"Kami minta wali kota disini tegas, menutup aplikasi itu,” kata Albert ditemui Lampost.co di depan gedung pemkot setempat.

Aksi sweeping tersebut, menurutnya dilakukan setelah ada upaya penodongan menggunakan senjata tajam dari dua orang driver gojek kepada anggotanya atas nama Karno Widodo di dekat SD Persit Bandar Lampung pada minggu (10/9).

“Gojek ini sudah banyak melanggar perjanjian dan sekarang menantang kami. Mereka takut dan tidak memakai atribut saat beroperasi,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah melaporkan dugaan ancaman oknum Gojek kepada anggotanya tersebut ke polresta Bandar Lampung. Atribut yang dikumpulkan dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke polresat Bandar Lampung.

“Kami sudah sering menyetor bukti pelanggaran penggunaan atribut ini. Kita sudah juga laporkan ancaman penusukan yang menimpa anggota kami,” jelasnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR