Dari kejauhan suara nyaring beberapa sepeda motor sayup-sayup terdengar. Tak lama kemudian serombongan pria bermotor memasuki areal persawahan.

Sebagian besar petani di Bumisetia, Kecamatan Seputihmataram menyebut para pria bermotor itu sebagai ojek padi. Tugas mereka mengangkut padi hasil panen dari sawah ke rumah petani pemilik sawah.



Sutar (40), mengatakan pekerjaan ojek padi adalah pekerjaan musiman. Hanya ada pada musim panen di beberapa wilayah di Lampung. Tak semua hasil panen diangkut dengan jasa ojek padi. Jasa mereka hanya digunakan ketika sawah berada di tengah-tengah areal persawahan, dimana mobil tak bisa masuk.

Diketahui, masih banyak petani di wilayah Lampung Tengah yang kesulitan membawa keluar hasil produksinya. Hal itu karena buruknya jalan yang menjadi jalur pertanian.

Ada yang menilai jalur pertanian bukan prioritas pembangunan karena menganggap jalur itu hanya dilalui para petani. Padahal, distribusi hasil pertanian menjadi lancar ketika jalurnya berupa jalan yang bagus.

Menurut Sutar, upah ojek padi diberikan bervariasi, tergantung jarak tempuh dan tingkat kesulitan medan yang harus dilalui. Kebanyakan, jasa ojek padi dihitung banyaknya karung yang diangkut.

"Yang ini lima ribu per karung. Tapi tidak semua segitu, tergantung jaraknya," kata Sutar.

Ia menambahkan, untuk hari-hari ini petani banyak yang panen, sehingga hasil ngojek lebih dari cukup. Rombongan ojeknya bisa berpindah lokasi panen sampai tiga kali dalam sehari.

Marwan, salah satu ojek yang lain, mengatakan dulu, saat panen masih banyak dilakukan dengan mesin tleser yang lebih sederhana, tugas membawa padi ke rumah pemilik menjadi bagian dari tim tleser, sehingga orang-orang tidak bebas bergerak mengambil pekerjaan di tempat lain. Satu tim bisa sampai 15 orang, dengan penghasilan rata-rata Rp70 ribu-Rp100 ribu.

Sejak panen dilakukan dengan blower, tim pemanen hanya perlu tiga orang, maka orang-orang yang tidak ikut blower mencari penghasilan dengan cara lain. Sampai muncullah ojek padi.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR