KALIANDA (lampost.co) -- Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan buah hatinya, Thomas Suratno, warga Dusun Trans Jember, Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan harus bersusah payah mengangkut peralatan media putar setiap ada hiburan atau pusat-pusat keramaian.

"Setelah mengantar anak sekolah TK, saya menuju ke lokasi hajatan atau pusat-pusat keramaian dan menggelar sewa media putar atau sering disebut orang sini odong-odong," kata Thomas Suratno saat membuka penyewaan odong-odong dihajatan khitanan dengan hiburan Reog di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Sabtu (1/9/2018) malam.



Perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tak berhenti sampai di situ saja. Berdasarkan penjelasan Thomas Suratno yang akrab disapa Ratno, bukan hanya usaha odong-odong saja namun juga berjualan ikan cupang keliling kampung yang dilakoni sejak empat tahun lalu.

Dengan susah payah tanpa kenal waktu, Ratno terus berjuang mengais rezeki demi kehidupan keluarga yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Mbok rekoso saya jalani. Demi masa depan anak-anak agar tidak hidup susah koyo bapak’e," ungkap Ratno sembari melayani anak-anak yang hendak naik odong odongnya.

Pria kelahiran Kecamatan Bengkunat, Lampung Barat 1978 silam itu mengaku bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp300 ribu setiap membuka odong-odong pada acara resepsi pernikahan maupun khitanan. "Kalau lagi ramai hajatan atau hiburan ya rame juga rezekinya," katanya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR