PARA dokter menyerukan upaya internasional untuk memerangi penyebaran obat palsu atau berkualitas buruk, yang merenggut ratusan ribu nyawa secara global setiap tahun. Diperkirakan 250 ribu anak meninggal akibat mengonsumsi obat palsu.

Selain itu, banyak kasus kematian anak disebabkan kualitas vaksin dan antibiotik yang buruk, untuk mencegah infeksi akut atau penyakit seperti hepatitis, demam kuning, dan meningitis. Sebagian besar kasus kematian terjadi di negara dengan sistem pengawasan rendah, serta regulasi yang tidak mendukung.



Dari hasil tes terhadap obat-obatan yang teridentifikasi palsu, tidak ada efek signifikan untuk mengatasi penyakit malaria, kardiovaskular, kanker, maupun sebagai antibiotik. Pemalsuan obat banyak yang berasal dari Tiongkok dan India. Kandungan obat palsu bahkan mencakup tinta printer, cat hingga arsenik. Selain itu, obat berkualitas buruk buatan pabrik perlu diwaspadai, lantaran tidak memiliki bahan aktif untuk mendukung efek positif. 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR