BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejumlah anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung ngobrol santai di suatu kesempatan. Muhammad Tio Aliansyah, salah satu orang yang mencetuskan pentingnya hidup sehat dengan olahraga dalam bincang ringan itu. Siapa sangka, obrolan santai tersebut justru menjadi cikal bakal terbentuknya KAHMI Forever Nyepida Sehat di Lampung. Tio menuturkan kegiatan awal nyepida atau bersepeda hanya diikuti segelintir alumni HMI.
Namun, kelamaan kegiatan tersebut ternyata menarik banyak alumni untuk bergabung. Termasuk juga alumni yang tidak memiliki sepeda. Melihat kondisi itu, anggota KAHMI menginisiasi pengadaan arisan sepeda. Sejak saat itu, anggota komunitas KAHMI Forever Nyepida Sehat terus bertambah.
“Awalnya hanya obrolan ringan untuk berolahraga. Lalu, kami sepakat membentuk KAHMI Forever Nyepida Sehat. Saat baru terbentuk, ada anggota yang meminjam sepeda istrinya," ujar Tio, alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung itu.
Menurut dia, komunitas tersebut murni untuk berolahraga dan having fun. Tidak ada obrolan politik di sana.
Meski ada anggota dari sejumlah parpol, momen bersepeda tetap steril dari obrolan serta lobi politik. Ia mengklaim KAHMI Nyepida Sehat dibentuk untuk mengakomodasi kegiatan yang berkesinambungan bagi anggota.

Taklukkan Medan



Bermula dari keinginan rekan-rekan untuk menyelenggarakan kegiatan rutin dan bermanfaat. Olahraga bersepeda adalah pilihan tepat.
Kegiatan bersepeda dilaksanakan sejak Juli 2016, yang hanya menjajaki jalur sederhana dengan medan mulus dalam kota. Kini bersepeda memasang target lebih tinggi, yakni menaklukkan medan terjal dengan jalan berlubang dan menanjak. Mulai dari Pantai Mutun hingga mendaki Muncak di Pesawaran, bahkan mencapai air terjun Batuputu.
"Di medan tertentu, sepeda terpaksa digotong. Namun, keringat dan lelah menempuh jarak terbayar manis setelah sampai di tujuan dengan selamat," ujar anggota lainnya, Herman Parades.
Untuk mengakomodasi banyaknya peserta yang ikut bersepeda ke luar kota, KAHMI Nyepida Sehat menyediakan mobil pikap untuk mengangkut sepeda. Mobil tersebut berkapasitas 18 sepeda.
“Kami merancang tempat untuk loading sepeda yang bahan bakunya dari besi. Itu kami pelajari ketika mengikuti ajang gowes di Metro, dari sebuah klub sepeda asal Tulangbawang Barat,” kata dia.
KAHMI Nyepida Sehat tidak hanya melulu olahraga. Komunitas ini juga kerap menggelar bakti sosial. Kegiatan dikemas dalam acara gowes malam sambil membagikan nasi bungkus. Sasarannya adalah anak jalanan dan warga tidak mampu di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandar Lampung.
“Kami bangga, haru, dan senang saat melihat masyarakat puas atas bakti sosial yang kami laksanakan. Semoga membawa manfaat bagi semua," ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR