HALO sahabat reporter cilik Lampung Post. Apa kabar? Di pekan ini ada salah satu hari raya keagamaan yang diperingati. Tepatnya pada Sabtu (17/3), umat Hindu merayakan Nyepi.
Berbeda dengan perayaan lain yang umumnya semarak dengan gegap gempita. Umat Hindu merayakan Nyepi dengan cara khusus, yakni menyepikan diri dari berbagai aktivitas.
Awal pekan ini, reporter cilik Lampung Post berkesempatan mewawancarai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung I Ketut Pasek. Apakah kalian tahu apa itu PHDI? PHDI adalah majelis organisasi umat Hindu Indonesia yang mengurusi kepentingan keagamaan maupun sosial. Reporter cilik bertanya tentang hal-hal terkait peringatan Nyepi. Jika sahabat ingin tahu lebih banyak, silakan simak wawancara berikut. 

Selamat siang, Pak, perkenalkan kami adalah reporter cilik Lampung Post. Saya Veronica Gracesia Mulya Jelita, bersama M Nabil Rabbani dan Khinanti Anindya Renata. Kami ingin mewawancarai Bapak tentang peringatan hari raya Nyepi. 
Halo anak-anak yang cantik dan ganteng. Senang sekali bapak kedatangan reporter cilik Lampung Post. Selamat datang di ruang kerja bapak. Ayo, silakan mulai bertanya. Bapak siap menjawab semua yang ingin kalian ketahui.



Apa itu hari raya Nyepi?
Nyepi sebenarnya sama dengan tahun baru. Secara nasional, tahun baru setiap 1 Januari. Adapun bagi umat Hindu, Nyepi diperingati sebagai Tahun Baru Saka. Cara penyambutannya pun berbeda. Jika umumnya tahun baru disambut dengan kembang api dan perayaan-perayaan lain, Nyepi justru sebaliknya. Bentuk perayaannya dengan menyepikan diri dari berbagai aktivitas duniawi.

Bagaimana umat Hindu menyambut Nyepi, Pak?
Umat Hindu menyambut Nyepi dengan puasa selama 24 jam, dimulai pukul 06.00 hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Pengheningan diri selama 24 jam tersebut bertujuan meningkatkan kualitas keimanan demi menemukan kesejatian tujuan hidup dan hubungan dengan Sang Diri. Ada empat pantangan saat Nyepi yang disebut sebagai catur brata. Keempatnya yaitu amati geni yakni tidak menyalakan api atau penerangan. Kemudian amati lelunganan atau tidak bepergian ke luar rumah, amati pakaryan atau tidak bekerja, dan amati lelangunan atau tidak bersenang-senang. 

Apa tema peringatan Nyepi tahun ini?
Nyepi tahun ini bertema Melalui catur brata penyepian kita tingkatkan soliditas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI. Melalui catur brata Nyepi menjadi momentum pengendalian diri agar tidak larut dalam emosi berlebihan saat menyikapi berbagai kondisi kehidupan bernegara demi keberlangsungan NKRI.

Apa makna Hari Nyepi?
Nyepi dirayakan sekali dalam satu tahun. Saat Nyepi, umat Hindu memohon kepada Hyang Widhi untuk menyucikan manusia, alam, dan seluruh isinya. Suasana sepi yang tercipta saat Nyepi diharapkan menjadi kesempatan bagi umat manusia untuk mengendalikan hawa nafsu atau keserakahan. Untuk anak-anak, biasanya puasa 12 jam atau sesuai kekuatan fisik. 

Apa saja persiapan sebelum Nyepi?
Beberapa tahapannya yakni upacara melasti dan tawur. Upacara melasti dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Saat itu, sarana persembahyangan di pura dibawa ke laut untuk disucikan. Zaman dahulu, benda yang disakralkan diarak di atas kepala. Adapun tawur dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Tawur merupakan upacara yang dilaksanakan di setiap rumah dengan membuat sesajen agar butakala atau hal-hal negatif tidak mengganggu kehidupan manusia. 

Setelah Nyepi, apa yang dilakukan umat Hindu, Pak?
Setelah menyepikan diri selama 24 jam saat Nyepi, keesokan harinya umat Hindu melakukan ngembak geni. Rangkaian terakhir perayaan Tahun Baru Saka ini diisi dengan mengunjungi saudara. Seperti halalbihalal yang biasanya dilaksanakan setelah Idulfitri. Seperti itulah, mirip. Ini ajang silaturahmi sesama umat.

Bagaimana agar kami bisa menjadi orang yang toleran?
Jangan memaksakan kehendak pada orang lain. Hargailah perbedaan. Yang beragama Hindu menghargai umat Islam, dan begitu seterusnya. Namun tentu tidak boleh ikut campur dalam ajaran agama lain. Semua agama mengajarkan kebaikan. Tuhan menciptakan perbedaan, lihat dari sisi positifnya agar kita bisa hidup berdampingan secara damai.

Apa pesan Bapak bagi kami?
Rajinlah belajar dan taati ajaran agama. Sepintar apa pun kita jika tanpa kekuatan iman dan agama, akan sia-sia. Hormati orang tua, pintarlah bergaul, jauhi larangan agama. 

Terima kasih atas wawancara ini. Semoga Bapak selalu sehat. Selamat Hari Nyepi, Pak. Selamat Hari Nyepi bagi semua umat Hindu. Semoga Nyepi meningkatkan soliditas demi keutuhan NKRI. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR