LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 7 December
5252
Kategori Lampung
Penulis Febi Herumanika
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Nyabu, Hakim Liwa Divonis 16 Bulan Penjara
Sidang perkara hakim nyabu divonis 16 bulan kurungan penjara di PN Tanjungkarang, Kamis (7/12/2017) petang. (Foto:Lampost/Febri Herumanika)

Nyabu, Hakim Liwa Divonis 16 Bulan Penjara

 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang memvonis Hakim Pengadilan Liwa Lampung Barat atas nama Firman Afandi selama 16 bulan kurungan pejara. Hal ini terungkap di persidangan, Kamis (7/12/2017) petang.

Hakim Ketua Jhoni Butarbutar di damping dua hakim anggota Zuhardi dan Siti Insirah menuturkan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 127 ayat (1) UUD No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. "Menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa Firman Afandi selama satu tahu dan empat bulan penjara," ujar Hakim Ketua Jhoni Butarbutar.
Hal-hal yang meringankan, meurut majelis, terdakwa berlaku sopan selama persidangan, terdakwa mengakui berbuatanya. Hal yang memberatkan terdakwa tidak mengindahkan program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika.
Atas putusan itu Jaksa Penuntut Umum, terdakwa dan Penasehat Hukum mengatakan terima. Putusan yang diberikan majelis lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntut terdakwa Firman selama dua tahun kurungan penjara.

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum Rama Erfan menuntut Hakim Pengadilan Liwa  Lampung Barat atas nama Firman Efendi  selama dua tahun.  Rama mengatakan Terdakwa terbukti bersalah melanggat Pasal 127 ayat (1) UUD No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. 

Menurut Rama, hal yang memberatkan atas tuntutan tersebut terdakwa yang selaku pejabat negara (Hakim) seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa sopan dan berterus terang. Selain itu terdakwa juga memiliki tanggungan istru dan anak yang harus dinafkahi.

Terdakwa tanpa hak melawan hukum, menjual, membeli, menjadi perantara, menukar atau meyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, berupa kristal putih mengandung metapitamin dengan berat neto 0,1980 gram.

Perbuatan terdakwa berawal ketika terdakwa ingin mengkonsumsi sabu pada hari kamis 13 Juli 2017 sekitat pukul 19.30, dengan menggunakan Hp terdakwa menghubungi Telek meminta untuk mencarikan satu paket sabu-sabu seharga Rp500 Ribu. Telek menyanggupi permintaan terdakwa dan meminta terdakwa nentransfer uang yang dimaksudkan. Lalu telek meletaklan sabu di bawah pohon palem di gubernuran. Saat itulah terdakwa ditangkap petugas.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv