Jakarta (Lampost.co) -- Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Savic Ali mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat, khususnya umat muslim di Indonesia untuk tidak mudah terhasut dengan ajaran-ajaran radikalisme. Umat muslim di tanah air harus memegang teguh ajaran Islam yang sesungguhnya.

"Prinsipnya umat Islam harus tidak mudah mempercayai orang yang menggunakan argumen-argumen keagamaan untuk menyebarkan kebencian dengan kelompok lain," kata Savic Ali kepada Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 12 Mei 2018.

Menurut Savic Ali, tidak ada yang baik dari paham radikalisme. Hal itu terbukti dari hancurnya sejumlah negara timur tengah karena mudahnya terhasut dengan ideologi radikalisme tersebut.

"Ideologi-ideolgi inilah yang telah menghancurkan sebagian negara timur tengah, kita terjatuh pada perang saudara, muslim dengan muslim, jangan sampai muslim Indonesia terkena pengaruh paham ini," ujarnya.

Peniliti Departemen Komunikasi dan Informasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengimbau agar masyarakat tidak gampang percaya dengan gelar seseorang. Dia berharap, setiap umat dapat memilah pembimbing ajaran agamanya dengan tepat.

"Jadi kalau kita ketemu mau ustadz, habib, ulama kalau dia pandangan-pandangannya suka menebarkan kebencian terhadap umat lain kita layak tidak percaya karena Nabi Muhammad SAW itu tidak pernah mengajarkan kebencian kepada umat lain, Nabi Muhammad SAW itu mengajak dengan merangkul bukan dengan memukul," ucapnya.

"Seluruh perang yang dilakukan nabi itu dalam posisi defensif karena nabi dimusuhi jahiliyah bukan dalam posisi memusuhi atau menyerang. Islam itu diturunkan untuk menyebarkan akhlak untuk menyempurnakan akhlak," pungkasnya.



 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR