BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Usai melakukan pemeriksaan di rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Muchkis Adjie, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 16:30, BNNP Lampung meminta 4 nomor rekening, Muckis Adjie dari bank yang berbeda. Empat nomor rekening tersebut akan dikirimkan ke Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) BNN Pusat.
"Segera kita kirim untuk diselidiki, dugaan adanya aliran dana wajar, karena adanya dugaan upeti, pada kasus sebelumnya," ujar Plt Kabid Brantas BNNP Lampung Richard PL Tobing, Jumat (11/5/2018).
Selanjutnya Direktorat TPPU BNN Pusat akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Apakah ada aliran dana tak wajar yang diterima, oleh Muchlis atau oknum lainnya. "Kalau terbukti kita sikat," katanya.

Pemeriksan tersebut merupakan buntut dari terbongkarnya peredaran narkoba jaringan Lapas Kalianda, dengan tersangka Hendri Winata yang tewas karena melawan Bripka Adi Setiawan, Anggota Polres Lampung Selatan, Rechal Oksa Sipir Kalianda, dan Marzuli tahanan Lapas Kalianda dengan vonis 18 tahun, beserta barang bukti 4kg Sabu, dan 4.000 butir ekstasi.
Richard menjelaskan, Hendri juga merupakan suplaiyer di tempat hiburan yang berada di sekitar area Bandar Lampung.
"Untuk itu, terus bongkar bagian atas, biar tak ada lagi Narkoba yang sampai ke bawah," katanya.

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR