BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung menyampaikan bahwa tahun 2017 Lampung berhasil mengeksportir hasil perikanan sebanyak 17 ton dengan total nilai Rp2,452 triliun yang terdiri dari udang segar hidup, udang olahan, rajungan olahan, cumi olahan, pakan ikan, rumput laut, dan ikan kerapu.

Kepala BKIPM Lampung Rustanto mengatakan di 2018 triwulan I hasil ekspor bidang perikanan mengalami peningkatan dari sisi volume sebesar 5,68% dengan total volume ekspor 5.131 ton dibandingkan tahun 2017 yakni sebesar 4.855 ton, dengan nilai Rp736 miliar dari Rp577 miliar, sehingga terjadi peningkatan sebesar 25,81%.



Sementara pada kuartal I tahun 2018 dibandingkan pada kuartal I tahun 2017 senilai Rp733 miliar.

"Hal ini tentu saja akan menjadi pemicu kami untuk terus memberikan pelayanan kepada costumer dengan baik, melalui pelayanan tujuh hari seminggu," kata Rustanto, Jumat (4/5/2018).

Selama ini, kata dia, tujuan utama eksportir hasil perikanan di Lampung tersebar di lima negara, seperti Amerika, Tiongkok, Jepang, Eropa, dan Singapura. "Secara Nasional Lampung menyumbang sekitar 3,5%," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR