Bandar Lampung (Lampost.co): Polres Pesawaran telah menetapkan 17 tersangka kasus diksar maut UKMF Cakrawala Fisip Unila, yang menewaskan Aga Trias Tahta, (19) warga Pringsewu. Polda Lampung pun melakukan supervisi terhadap Perkara yang ditangani oleh Polres Pesawaran itu.


Dari informasi yang didapat Polda dari Polres Pesawaran, 15 tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Aga, maupun korban lainnya yang sempat dirawat. Sedangkan 2 tersangka lainnya lalai, karena membiarkan terjadi peganiayaan itu. Semuanya berasal dari unsur mahasiswa, tidak ada yang merupakan alumni.



Berita Terkait: 

Setelah Tetapkan Tersangka Diksar Maut, Polisi Panggil Pihak Unila

Dua mahasiswa yang diduga lalai berinisial KD dan KS atau MKS, sementara 15 Tersangka penganiayaan berinsial SC, AR, HU, AP, FT, HM, MKP, ZB, S, ZR, FA, BY, RA, MBR, dan ES. Penetapan tersangka tersebut hasil dari gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pesawaran dan berdasarkan hasil visum korban penganiayaan Frans Salsa Romando.

Dari kesimpulan akhir bahwa korban mengalami beberapa luka lebam pada wajah dan kedua kaki, beberapa luka lecet pada perut dan punggung, luka lebam mata kiri diameter 3 cm, luka lebam mata kanan diameter 3 cm, luka lebam di pipi kanan 4 cm, beberapa luka di perut 1 sampai 4 cm, beberapauka lecet pada perut 1 sampai 5 cm, luka lebam lutut kiri 4 cm, luka lebam tungkai kanan 3 cm, luka lebam lutut kanan 3 cm, mual, muntah, pusing dan cegukan.

"Ada perannya masing-masing,  dari 15 tersangka pasal yang disangkakan adalah 170 dan atau 351 KUHP, (Penganiayaan bersama), Sementara yang 2 tersangka, karena kelalaiannya menyebabkan kematian, pasal 359 dan 360 KUHP," ujar Direskrimum Polda Lampung Kombespol M. Barly, Rabu 9 Oktober 2019.

Barly menjelaskan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Polres Pesawaran, melibatkan tim IT, guna mencari bukti-bukti tambahan.

"Termasuk apakah ada video yang dibuat oleh peserta, ini masih kita dalami, dari pihak kampus pun berencana akan dipanggil (Wadek III), untuk mengetahui prosedur dan SOP diksar," katanya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR