SEJAK zaman tumbai, orang Lampung mempunyai ajaran-ajaran berupa peranti adat, filsafat, dan nilai sosial. Ajaran-ajaran itu dapat berfungsi untuk mengontrol sistem tingkah laku manusia melalui sistem sosial dan sistem kepribadian. Sistem tingkah laku tersebut nilai-nilainya kemudian menjadi budaya yang mengakar dan mendarah daging.
Budaya lokal tersebut saat ini atau oleh bahasa anak millennial disebut sebagai zaman now sepatutnya tetap dijaga dan dilestarikan, karena memiliki potensi positif untuk menunjang pembangunan sumber daya manusia yang berwawasan budaya.
Sifat-sifat yang terdapat dalam nilai sosial orang Lampung dapat dilihat dari ungkapan pantun Lampung (adi-adi) yang berbunyi: Tanda ni hulun lampung, wat piil pusanggiri (Tandanya orang Lampung, memiliki kehormatan). Mulia hina sehitung, wat malu rega diri (Mulia atau hina diperhitungkan, ada rasa malu dan harga diri). Juluk Adok ram pegung, nemui nyimah muwari (Gelar adat dipegang teguh, ramah tamah dan bersaudara). Nengah nyampur mak ngungkung, sakai sabaian gawi (Bergaul tidak terbatas, saling membantu dan gotong royong).
Terdapat lima nilai sosial orang Lampung yang ada dalam pantun (adi-adi) tersebut, salah satu diantaranya adalah nengah nyappur.
Dari segi bahasa, nengah berasal dari kata benda kemudian berubah menjadi kata kerja yang berarti berada di tengah. Sedangkan nyappur berasal dari kata benda cappur/campor dan menjadi kata kerja nyappur/nyampor yang berarti membaur. Sehingga, secara harfiah nengah nyappur dapat diartikan sebagai sikap suka bergaul, bersahabat dengan siapa saja, aktif dalam pergaulan bermasyarakat, tidak individualistis, dan mempunyai sikap toleransi antara sesama.
Nengah nyappur menerangkan orang Lampung itu semestinya mengutamakan nilai kekeluargaan yang didukung dengan sikap suka bergaul dan bersahabat dengan siapa saja, tidak membedakan suku, agama, tingkatan, asal usul dan golongan. Di mana sikap suka bergaul tersebut menumbuhkan semangat bekerja sama dan tenggang rasa yang tinggi antarasesama.
Nilai sosial nengah nyappur dalam adat istiadat orang Lampung tersebut memiliki corak keagamaan yang sangat kental. Adat Lampung yang hubungannya sangat erat dengan hukum agama dalam hal ini Islam dapat dilihat dari dasar filosofi nengah nyappur yakni terdapat dalam kitab suci Alquran Surah Al Hujarat Ayat (13).
“Sesungguhnya, kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan kami menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa supaya kamu saling mengenal...” n

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR