PRINGSEWU (Lampost.co)--Ngadirah, nenek berusia sekitar 70 tahun, warga RT 8 RW 4 Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, ditemukan tewas setelah empat jam hanyut di Sungai Way Sekampung, desa setempat, Senin (18/9/2017).

Awalnya penjaga pintu air jembatan, Keriningsih (50), mengatakan pagi itu Ngadirah hendak membuang semua pakaiannya di sungai. Keriningsih melarangnya dengan menegor nenek tersebut. "Kalau dibuang nanti bagaimana nenek berpakaian", ungkapnya.
Lalu sekitar pukul 12.00, Keriningsih pulang ke rumah untuk makan siang dan minum obat. Namun tak lama Keriningsih pulang, terdengar teriakan anaknya minta tolong ada nenek masuk ke sungai. Karena airnya dalam, anak Keriningsih tidak bisa membantu mengangkat korban. Sesaat musibah itu terdengar ke seluruh warga, sehingga  seratusan warga turun ke sungai untuk mencari nenek 70 tahun tersebut.



Sekitar pukul 17.00, tubuh nenek ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter. Tim SAR setempat pun turun sehingga saat di temukan mayat langsung di masukan kantong jenazah dan dibawa ke rumah duka, kemudian  akan dilangsungkan pemakaman malam ini.

Kepala Pekon Panggungrejo, Nurrohmat, menjelaskan nenek berusia 70 tahun memang sudah terlihat depresi, sehingga sering bertingkah aneh. Nenek ini juga tidak menikah dan memliki cacat fiisik yaitu tangan kanan keder dan kaki kanan juga, sehingga warga setempat menyebutnya Embah keder.

Nurrohmat mengaku bersyukur warganya antusias membantu pencarian, bahkan Camat dan Polsek Sukoharjo juga turun ke lokasi kejadian.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR