JAKARTA (Lampost.co) -- Sebagai stakeholders utama Kementerian  Kelautan  dan Perikanan (KKP),  nelayan perlu mendapatkan akses teknologi yang sederhana dan tepat guna.
Mendukung tiga pilar kebijakan KKP dan komitmen terhadap kesejahteraan nelayan, Kepala Badan Riset dan SDM (BRSFM) KKP, M. Zulficar Mochtar, menyampaikan hasil inovasi riset kelautan dan perikanan yang diberi nama Sistem Informasi Nelayan Pintar (Nelpin).
"Dengan aplikasi Nelpin, diharapkan paradigma nelayan berubah menjadi menangkap ikan di laut bukan lagi mencari ikan di laut," kata Zulficar di Jakarta, Jumat  (25/8/2017).
Zulficar menjelaskan BRSDM melalui Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan  menggandeng Ditjen Aplikasi dan Informatika (Aptika Kominfo) dan XL Axiata lakukan pembekalan sosialisasi aplikasi Nelpin kepada 100 nelayan dengan didampingi penyuluh perikanan setempat baru-baru ini  Rabu  (23/8/2017).
Dengan implementasi aplikasi Nelpin dalam kegiatan penangkapan ikan, diharapkan bantu nelayan mencari fishing ground sehingga bahan bakar dapat dihemat dan kegiatan penangkapan ikan menjadi lebih ramah lingkungan.
Nelpin merupakan aplikasi berbasis android yang dibangun dan dikembangkan tahun 2015 oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP) untuk mendukung nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Aplikasi ini gabungkan pelbagai informasi berbasis android, seperti Peta Perkiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), informasi cuaca, kesuburan perairan dan informasi harga ikan.
Pada 2016 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP) lakukan pengembangan aplikasi tersebut, dengan ubahan pada beberapa fungsi seperti informasi PPDPI, cuaca,gelombang dan angin, pelabuhan, harga ikan serta menu perkiraan BBM dan bantuan. Ubahan ini mengacu pada kebutuhan nelayan.
Sumber informasi data yang terdapat pada aplikasi Nelpin adalah hasil kerja sama antara Balai Riset Observasi Laut (BROL) di85199 Perancak, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT).
Kegiatan yang bertajuk Implementasi Program Nelayan Go Online dibuka  Direktur Pemberdayaan Informatika, Septriana Tangkary.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan secara simbolis 10 unit telepon pintar berbasis Android yang sudah terdapat aplikasi Nelpin di dalamnya. Diharapkan pembekalan dan sosialisasi Nelpin ini dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk tingkatkan produksi dan menghemat biaya sehingga nelayan bisa lebih sejahtera.
Narasumber dalam penyuluhan tersebut  Kepala BRSDM KKP M. Zulficar Mochtar, Kepala Pusat Riset Kelautan KKP Riyanto Basuki, dan Kepala Balai Pelatihan, Penyuluhan Perikanan Medan  M. Tiku. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR