SUKADANA (Lampost.co)--Nelayan dogol (trol) di Kualapenet, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, siap melakukan aktivitasnya melaut dengan menggunakan peralatan yang ada. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur, Yudinal, saat melakukan pertemuan dengan Nelayan Dogol (trol) di Aula Kecamatan Labuhanmaringgai, Jumat (25/8/2017).

Dalam pertemuan membahas persoalan nelayan dogol itu dihadiri Camat Labuhanmaringgai Ismail, Danramil Labuhanmaringgai Kapten Infantri Sunardri, Kasat Intel Polres Lamtim AKP Edi Kurniawan, dan 16 perwakilan nelayan dogol (trol).



Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim, Yudinal menyesalkan dalam pertemuan tersebut tidak dihadiri perwakilan dari nelayan bagan (tradisional), alasannya rapat yang dilakukan terkait dengan permasalahan nelayan trol dan nelayan bagan."Padahal kami sudah memberikan undangan resmi kepada nelayan tradisional," kata Yudinal.

Ia juga menyinggung kehadiran Dirjen Tangkap Pusat ke Lampung Timur beberapa waktu lalu hanya memperkeruh suasana antara nelayan trol dan bagan, karena saat kehadiran Dirjen Tangkap menjajikan kepada nelayan trol akan memberi bantuan jaring dan menjajikan pengukuran akan selesai dalam jangka satu pekan namun semua itu tidak terealisasi dan membuat gaduh nelayan trol, sehingga nelayan trol bersikukuh untuk melaut.
"Kapan pun nelayan trol akan berlayar silahkan saja, namun harus mengurus lebih dulu administrasi administrasi seperti pengukuran ulang kapal dan surat ke syahbandar setempat," ujar Yudinal.

Sementara itu, staf Syahbandar Labuhanmaringgai, Misno mengatakan bisa mengizinkan nelayan trol turun ke laut namun harus menyelesaikan administrasi seperti pas besar, surat ukur kapal, groos akta, sSertifikat, Surat Keterangan Kecakapan (SKK), Kepala Kamar Mesin (KKM), dan surat surat semua itu yang mengeluarkan KSOP Panjang. "Di Lampung Timur ini, sebanyak 200 kapal belum memiliki surat surat," kata Misno.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR