SUKADANA (Lampost.co)--Nelayan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, mendesak agar janji pemberian bantuan alat  tangkap seperti yang disampaikan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief

Wijaya, kepada ratusan nelayan setempat segera direalisasikan dalam waktu sepekan. Jika tidak, ratusan nelayan setempat yang menggunakan jaring trol (dogol) akan memaksa menjalankan  kapalnya yang sudah 2,5 bulan tidak beroprasi.



Dirjen Perikanan Sjarief Wijaya turun ke Kualapenet, Labuhanmaringgai, Lampung Timur pada Minggu , 13 Agustus lalu, dan menjajikan memberi bantuan alat tangkap jenis greelet sebagai pengganti jaring trol, sebanyak 372 unit. Sementara jika nelayan trol melaut, bisa diungkinkan akan terjadi konflik dengan nelayan tradisional yang menolak kapal trol beroperasi.

Kapolres Lampung Timur, AKBP YUdhy Chandra Erlianto, Senin (21/8/2018, mengatakan sudah memerintahkan jajarannya untuk selalu mewaspadai dan melakukan pendekatan terhadap nelayan Labuhanmaringgai agar tidak melakukan tindakan nekat  dan berujung keributan antarnelayan yang notabennya masih satu  wilayah.

Kapolres mengakui sudah mendapat informasi bahwa bantuan  jaring Greenlet yang pernah dijanjikan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief wijaya, terhambat atau tidak tepat waktu yang sesuai  yang dijanjikan. "Kami akui nelayan trol sudah kasak kusuk akan nekat melaut  jika bantuan jaring terlalu lama turun, ini yang kami waspadai dan saya  sudah menegaskan anggota saya untuk melakukan pendekatan kepada  nelayan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang  Kapolres Lampung Timur.

Selain itu Kapolres sudah melakukan komunikasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perikanan, bahkan Bupati juga sudah berupaya semaksimal mungkin mendorong agar bantuan jaring untuk  pengganti jaring trol segera terealisasi, agar tidak terjadi gejolak.

Sementara itu, nelayan trol bernama Andi Baso, saat dikonfirmasi mengatakan sebanyak 372 pemilik kapal trol sudah sabar dengan tidak melaut selama 2,5 bulan.
"Ini sudah tujuh hari lebih dari yang dijanjikan Dirjen, tapi bantuan belum juga datang," kata Andi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR