KRUI (Lampost.co) -- Tidak semua nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, merasakan berbagai bantuan pemerintah dalam rangka memgangkat taraf hidup dan ekonomi keluarga nelayan di Indonesia.

Seperti yang dikatakan Rusli (55) seorang nelayan di Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah, yang mengatakan selama ini dirinya berusaha sendiri untuk memiliki perahu dan peralatan tangkapnya.



"Sejak bayi saya ini nelayan, sebagai nelayan saya memiliki delapan perahu bermesin 15 pk. Alat tangkap seperti jaring  kami buat dan perbaiki sendiri, gak ada bantuan  pemerintah. Selama ini juga kami usahakan sendiri," kata dia, kepada Lampost.co, disela-sela kegiatannya bersama dua orang rekannya saat memperbaiki jaring di lokasi tempat pelelangan ikan, Jumat (16/8/2018).

Dia mengatakan dari sekian banyaknya bantuan pemerintah kepada nelayan dalam upaya mengangkat taraf kehidupan dan ekonomi keluarga nelayan, Rusli mengungkapkan dirinya belum pernah merasakan bantuan itu hadir untuknya.

Selama ini ia berusaha sendiri dalam memenuhi berbagai kebutuhan fasilitas perahu dan alat tangkap untuk melaut.
"Justru keluhan kami sekarang harga material tali jaring  yang saat ini memang mulai mahal. Dulu masih Rp200 ribu per per satuannya, kalau sekarang harganya jadi Rp300 ribu.  Kami belum pernah dapat bantuan. Pernah kami meminta tetapi tidak dapat. Kemudian dari itu kami malas dan pesimis untuk dapat bantuan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR