JAKARTA (Lampost.co)--Direktorat Jendral Pemasyarakatan kembali memberikan remisi terkait hari besar keagamaan Natal tahun 2017.

Total, sebanyak 9.333 napi mendapatkan remisi. Sebanyak 175 napi dinyatakan langsung bebas, sedangkan 9.158 orang lainnya masih harus menjalani sisa masa pidana baik di lapas maupun rutan.



"Pengurangan hukuman atau remisi hendaknya dimaknai sebagai penghargaan bagi mereka yang dinilai telah mencapai penyadaran diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlakudalam masyarakat," pesan Yassona H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM RI dalam keterangan persnya Sabtu (23/12/2017). 

Dirinya meminta kepada para napi yang mendapat remisi untuk bersyukur kepada Tuhan. Sebab menurutnya, remisi merupakan hikmah yang layak narapidana terima karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang ditetapkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, salah satu pertimbangan yang menjadi pertimbangan dalam pemberian remisi tersebut yakni, para tahanan telah berkelakuan baik selama menjalani tahanan. Selain itu pemberian tersebut juga diberikan kepada warga binaan yang aktif terlibat dalam kegiatan pembinaan.

“Remisi yang diberikan antara 15 hari sampai dengan 2 bulan, tergantung lamanya mereka telah menjalani pidana,“ ungkap Budi.
Di sisi lain, pemberian remisi ini sekaligus meringankan beban dari Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jendral Pemasyarakatan, sebab langsung mengurangi beban anggaran negara. Khususnya dalam kaitan anggaran makan bagi para warga binaan di lapas dan rutan.
"Pemberian remisi natal kepada 9.333 warga binaan ini juga potensial menghemat anggaran negara lebih dari Rp 3,8 miliar karena adanya penghematan 260.760 hari tinggal dikalikan biaya makan per orang napi per hari sebesar Rp14.000," jelas Budi.

Sebagaimana diketahui, remisi khusus tersebut juga diberikan kepada warga binaan pada tiap hari besar keagamaan masing-masing. Yakni Idulfitri untuk narapidana Islam, Nyepi untuk Hindu, Waisak untuk Budha dan Imlek untuk narapidana Konghucu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR