BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nasib transportasi online Go-Jek di Bandar Lampung belum jelas. Sebab, Pemkot Bandar Lampung hingga kini belum dapat mengambil keputusan. 
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan pihaknya belum akan mengeluarkan keputusan. Herman menyerahkan penyelesaian tersebut kepada tim yang telah dibentuknya. “Belum, masih dikaji terus, nanti (keputusan) dengan tim,” kata Herman ditemui di Hotel Novotel, Kamis (28/9/2017).
Mantan Kadispenda Lampung ini juga enggan memberikan kepastian langkah apa yang diambil Pemkot apakah menutup atau memproses izin operasionalnya. “Saya belum tahu, nanti tim yang memutuskan apakah ditutup atau diizinkan,” katanya.
Sebelumnya, Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkutan Bandar Lampung (P3ABL) meminta Pemkot Bandar Lampung tidak memproses perizinan operasional transportasi berbasis daring, Go-Jek.
Ketua P3ABL, Daud Rusli menyayangkan niatan Pemkot dalam waktu dekat yang akan mengeluarkan izin usaha Go-Jek dan transportasi online lainnya. Menurut dia, hal ini akan menambah masalah baru karena kendaraan roda dua tidak diatur dalam UU Lalu Lintas.
“Ini kalau ditanya mereka usaha apa? Angkutan apa? Mobil atau motor? Motor kan tidak diatur dalam UU Lalu Lintas dan Kemenhub. Katanya Pemkot mau mengkaji satu minggu, malah kajiannya ingin melegalkan. Kan aneh, rusak itu semua,” ujar Daud.
Ia mempertanyakan niatan Pemkot yang akan memproses izin operasional tersebut. “Ini aneh bin ajaib. Sesuatu hal yang jelas tidak diatur, atau illegal malah akan dilegalkan. Kami jelas menolak,” katanya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR