BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan Provinsi Lampung kembali mengalami peningkatan yang membuat tingkat Inflasi sebesar 0,26%. Kenaikan harga kelompok pengeluaran itu disumbangkan terbesar dari nasi rames yang memberikan andil terbesar hingga 0,17%.

Kepala Badan Pusat Statistik Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan inflasi Lampung diwakili dari Bandar Lampung dan Metro yang mencapai 0,26%. Secara khusus, kedua kota itu mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,25% dan 0,27%. Hasil tersebut disumbangkan dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,94%.



Baca juga : Personel TNI Dibekali Panduan Jaga Netralitas

"Kelompok itu memberikan pengaruh hingga 0,16% terhadap inflasi. Tapi, dari sub kelompoknya ada makanan jadi, seperti nasi dan lauknya yang menyumbangkan 0,17%," kata Yeane di kantor BPS Lampung, Senin (3/12/2018).

Sementara pada kelompok lainnya, perumah, air, listri, dan bahan bakar naik harga 0,12%, kesehatan 0,02%, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,02%. Sementara, bahan makanan justru mengalami deflasi hingga 0,07% dan sandang serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang bergerak stagnan.

Baca juga : Alumni 212 Diharap Jadi Pelopor Pemilu Damai

"Terjadi penurunan harga pada beberapa subkelompok bahan makanan, seperti bumbu-bumbuan, lemak dan minyak, buah-buahan, daging dan hasilnya, sayuran, padi, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Hanya ikan, telur, dan susu yang terjadi kenaikan harga dari bahan makanan," ujarnya.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR