BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Partai NasDem berharap debat perdana pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Kamis (17/1/2019) malam menjadi ajang penyampaian hal-hal informatif kepada publik bukan menebar politik ketakutan.  

"Hal informatif berdasarkan data-data yang benar. Tidak hanya jargon semata sehingga masyarakat mendapatkan pendidikan politik yang baik," kata Plt Ketua Partai NasDem Lampung Taufik Basari, Selasa (15/1/2019).



Selain itu, partai berjagon restorasi perubahan itu pun berharap publik dapat menilai secara objektif dari proses debat. Dengan begitu, pilihan yang digunakan publik pada Pilpres 17 April mendatang merupakan pilihan yang rasional bukan emosional semata.

"Kita tidak ingin yang ditampilkan hal-hal pesimis, menakut-nakuti rakyat. Seolah-olah Indonesia akan punah. Padahal kita sedang menuju arah yang lebih baik di masa depan. Kita tidak ingin adanya politik ketakutan (fear). Kalau kita terus menerus mengembangkan politik ketakutan yang ada publik akan merasa pesimis, tidak ada harapan ke depan," ujar dia.

Menurutnya, debat kandidat akan dimanfaatkan oleh kandidat nomor urut 1, Jokowi-Ma'ruf untuk menyampaikan prestasi-prestasi yang sudah dilakukan Presiden Jokowi selama memimpin. "Sekaligus juga yang paling penting menyampaikan pesan-pesan optimis dan positif sehingga bisa membangkitkan semangat masyarakat," tegas politikus yang akrab disapa Tobas itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR