BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Meski tengah menjalani masa tahanan seumur hidup Karana kasus narkotika jenis sabu, Ahmad Affan (43) Warga Kuala Simpang kembali dituntut jaksa dengan hukuman yang sama atau seumur hidup pada Kamis (14/3/2019). 
 
Jaksa Joni Trimardianto, meyakinkan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana percobaan permufakatan jahat melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika, tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukarkan atau menyerahkan narkotika golongan satu buka tanaman. 
 
Menurut Jaksa, terdakwa dituntut atas kepemilikan barang haram jenis sabu sabu seberat 6 kg. Ahmad Affan terbukti secara sah melanggar pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 Jo pasal 132 Ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba. 
 
Perbuatan yang dilakukan Terdakwa bermula pada Rabu 17 Juli 2018 lalu. Terdakwa mendapatkan perintah dari Raden (DPO), dimana saat itu terdakwa disuruh untuk menjemput sabu di Aceh. Satu minggu setelah itu terdakwa menyuruh Buche (dituntut terpisah) untuk melakukan penjemputan. 
 
"Buche menyanggupi perintah terdakwa untuk menjemput sabu dari Aceh untuk dibawa ke Lampung," kata jaksa. 
 
Setiba di Perlak Aceh, terdakwa menghubungi orang yang tidak terdakwa kenal. Buche kemudian melakukan transaksi atas perintah terdakwa. Dilokasi tersebut seseorang yang tidak dikenal tersebut menyerahkan sabu yang sudah terbungkus rapi di dalam ban serep mobil. 
 
Saat membawa sabu dari Aceh menuju Lampung Buche ditemani Manur. Lalu Buche kembali menghubungi terdakwa bahwa mereka sudah tiba di Bukit Kemuning. "Terdakwa kemudian mengarahkan kedua orang yang membawa sabu ke Bandarjaya dengan memberi kan nomor hp Tomi yang akan menerima sabu tersebut," kata jaksa. 
 
Setelah bertemu dengan Tomi mereka melakukan pembongkaran paket sabu 6 kg yang tersimpan didalam ban serep mobil yang mereka bawa ke tempat tambal ban. Tidak berselang lama anggota polisi melakukan penangkapan. 

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR