BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang sekaligus kepemilikan pil ekstasi 3.000 butir dan sabu seberat 5 Kg dihadirkan di persidangan, terdakwa atas nama Yusak Fernando alias Aan (35), warga Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Priambodo, dalam persidangan Selasa (29/1) mengatakan perbuatan itu bermula pada Jumat, 20 Desember 2013 sekira jam 13.00 WIB. Saat itu Ferry Yanto (dakwaan terpisah/residivis 5 kali disidang) menghubungi terdakwa untuk mencarikan 1 kilogram sabu dan 3 ribu butir ekstasi. Atas permitaan itu, terdakwa menyanggupinya.



Lalu pada Sabtu, 21 Desember 2013, sekira jam 14.00 WIB, terdakwa menghubungi temannya yang bernama Dicky (DPO) untuk memberitahu bahwa ada yang memesan narkoba tersebut. Saat itu juga terdakwa langsung mengkonfirmasi pada Ferry Yanto (dakwaan terpisah) bahwa Dicky akan mengirim 5 kilogram sabu dan 3 ribu butir ekstasi," kata JPU membacakan dakwaannya. 

Sekira jam 14.15 WIB, terdakwa menghubungi M. Rizki (dakwaan terpisah) untuk mengambil sabu dan ekstasi ke Lampung. Dia juga menjelaskan kepada M. Rizki bahwa Ferry Yanto akan menghubunginya. Kemudian Ferry Yanto menghubungi adiknya yang berada di Lampung yakni Tati Lilis (dakwaan terpisah) bahwa ada temannya dari Jakarta mau menginap dirumahnya karena akan ke Bandar Jaya Lampung Tengah.

"Saat itu juga Ferry Yanto menghubungi M. Rizki supaya datang kerumah adiknya yang beralamat di Jalan Ikan Tembakang, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Teluk Betung Selatan," ujar Jaksa Agus.

Rabu, 25 Desember 2013 sekira jam 10.00 WIB, M. Rizki menghubungi terdakwa bahwa dirinya bersama Sukri (dakwaan terpisah) sudah berada di Lampung. Saat itu juga terdakwa langsung menghubungi Dicky untuk memberitahu bahwa M. Rizki sudah berada di Lampung.

"Setibanya M. Rizki dan Sukri dirumah adik terdakwa, kemudian Tati Lilis menyewa mobil untuk pergi ke Bandarjaya. Dalam perjalanan M. Rizki menerima telpon bahwa agar berhenti di depan taman Gunungsugih," jelas dia.

Setelah itu, M. Rizki turun dari mobil menemui seorang laki-laki. Kemudian laki-laki tersebut menyerahkan 1 buah tas hitam.  Kemudian M. Rizki kembali menaiki mobil dan langsung kembali ke rumah Tati Lilis.

Di rumah Tati Lilis, tas hitam tersebut dibuka oleh ketiganya yang berisi narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram dan pil ekstasi sejumlah 3.000 butir. Kemudian ada tamu yang akan mengambil narkoba tersebut, saat akan diserahkan kemudian datang anggota kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap M. Rizki, Sukri dan Tati Lilis berikut barang bukti.    
"Setelah melalui proses pengembangan pihak kepolisian, ditangkaplah Yusak Fernando alias Aan sebagai pemeran utama pengiriman narkoba tersebut," tandasnya.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR