MENGGALA (Lampost.co)--Ketua DPRD Kabupaten Tulangbawang Sopi'i mengapresiasi pengelola Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang telah memberikan nama pintu keluar tol (exit tol) menuju Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat dengan nama Gerbang Tol Menggala.

Menurut Sopi'i, pemberian nama Gerbang Tol Menggala menjadi sebuah hadiah dari pemerintah pusat kepada kota tua yang penuh dengan sejarah. Menggala sudah ada sejak sebelum Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat lahir.



"Pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan pilihan nama yang tepat, karena memang tujuan keluarnya akan melintasi Kota Menggala. Baik yang akan menuju Kabupaten Mesuji ataupun ke arah Palembang," kata Sopi'i, Kamis (16/05/2019).
Dalam setiap pembangunan disuatu wilayah, lanjutnya, nilai historis daerah tidak bisa dihilangkan, karena darisanalah asal muasal berdiri dan berkembangnya daerah diketahui.

Bahkan, secara historis pun peranan Kota Menggala dalam berbagai jaringan hubungan sudah berlangsung sejak jaman Kerajaan Sriwijaya hingga Banten. Kota Menggala dijadikan tempat transit perekonomian dari aktivitas perdagangan dan hasil perkebunan, yang didukung sarana transportasi sungai.
Keberadaan Kota Menggala berawal dari abad ke 19. Saat itu Lampung menjadi daerah protektorat dibawah kerajaan Banten. Tetapi, sejak Kerajaan Banten dikuasai Belanda, Pemerintahan Menggala pun diatur dengan cara-cara Belanda. Jadi otoritas Lampung menjadi jajahan Belanda.

Sopi'i menjelaskan, terbentuknya kabupaten Tulangbawang berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 1997. Kecamatan Menggala dimekarkan menjadi 7 kecamatan yakni Kecamatan Menggala, Kecamatan Gedungaji, Kecamatan Banjaragung, Kecamatan Penawartama, Kecamatan Rawajitu Utara, Kecamatan Rawajitu Selatan, dan Kecamatan Gedungmeneng.
Sementara itu Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji Lampung masih menjadi satu atau belum di memarkan dari Kabupaten Tulangbawang.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR