BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar berencana menghapus program Jaminan Kesehatan Kota (Jamkeskot) karena dinilai banyak kelemahan dan pemborosan.

Menurut dia, anggaran Jamkeskot per tahun mencapai Rp60 miliar. Jumlah itu dinilai pemborosan. "Biaya Jamkeskot itu Rp60-70 miliar setahun, berapa yang berobat disitu, kalau cuma 50 ribu orang ya, kasih aja ke BPJS Kesehatan, lebih hemat banyak dong," kata Yusuf Kohar, Selasa (17/4/2018).



Menurut dia, program Jamkeskot juga memiliki kelemahan yakni melayani cuci darah hanya sekali, sedangkan BPJS Kesehatan tidak dibatasi.

Dia juga mengatakan program rujukan Jamkeskot hanya bekerjasama dengan rumah sakit yang ada di Bandar Lampung, sementara BPJS Kesehatan dapat dirujuk hingga rumah sakit yang ada di di luar Lampung. "Wajib (gunakan BPJS Kesehatan) kan tanggal mulai 1 Januari 2009 wajib hukumnya, bukan," kata Yusuf Kohar.

Sementara itu, Anggota DPRD Bandar Lampung Abdul Salim menjelaskan program Jamkeskot tidaklah pemborosan. Karena yang dibayarkan hanya masyarakat yang berobat saja. "Kalau dibilang boros ya tidak juga, kan bayar yang sakit saja. Jadi anggaran Rp60 miliar itu belum tentu habis, kalau sisa dikembalikan ke kas daerah. Kalau BPJS, sakit gak sakit, kan tetap bayar," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR