GUNUNG SUGIH (Lampost.co) – Bupati Lampung Tengah  Mustafa memanen raya kencur di Kampung Fajarasri, Kecamatan Seputih Agung, Senin (28/8/2017). Sekitar 70% masyarakat setempat adalah petani kencur yang mengelola lahan seluas 150 hektare.
Langkah ini dilakukan sesuai dengan program Bupati dalam rangka menjaga stabilitas harga komoditas pertanian di Lampung Tengah. Bupati Mustafa mencanangkan program one zone one product dengan menciptakan satu produk atau komoditas unggulan di setiap satu wilayah.
Hal ini telah diterapkan di beberapa daerah di Lampung Tengah agar bisa menghasilkan komoditas unggulan. “Seperti Kotagajah, Kalirejo, Pubian dan Seputihraman dengan komoditas bawang merah, Punggur dengan komoditas nanas dan wilayah lainnya dengan komoditas yang berbeda-beda,” ungkapnya. 
Program one zone one product, ujar Mustafa, merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga komoditas pertanian. Belajar dari anjloknya harga singkong beberapa bulan lalu, Bupati Ronda ini mencari solusi untuk mencegah inflasi di sektor pertanian.
Fenomena anjloknya harga komoditas pertanian ketika panen raya membuatnya melahirkan terobosan  one zone one product dengan membentuk cluster di beberapa kampung atau kecamatan untuk menanam komoditas tertentu.
“Konsep one zone one product ini satu daerah melahirkan satu produk/komoditas unggulan. Dahulu semua petani menanam singkong, akibatnya ketika panen raya harganya anjlok karena overproduksi. Mulai sekarang kita harus mengembangkan alternatif lain, sehingga stabilitas harga dapat terjaga,” tandasnya.
Guna menyukseskan program one zone one product, Pemkab Lampung Tengah telah menjalin kerja sama dengan perbankan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani. Dengan potensi pertanian hingga 70%, Mustafa optimistis jika petani sejahtera maka Lampung Tengah akan maju.
"Selain itu kita juga gerakan petani Lampung Tengah agar lebih inovatif lagi. Jangan hanya bisa menanam lalu menjual, tetapi juga harus bisa mengolah sehingga menambah nilai lebih dari komoditas yang mereka hasilkan. Mari kita lahirkan petani-petani andal yang nantinya jadi pemasok-pemasok pangan di Lampung dan nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah Muliwan menerangkan sebagian besar warga Fajarasri menggantungkan hidupnya dengan menanam kencur. Selain mudah, harga kencur juga relatif bagus dengan kisaran Rp10 ribu-Rp15 ribu per kilogram.
“Agar tidak overproduksi petani diminta tidak menanam kencur secara bersamaan, sehingga panen bisa bergantian dan harga stabil. Pembinaan dan pendampingan kepada petani juga terus kita lakukan, termasuk bantuan alat, kita berikan. Mudah-mudahan petani bisa madiri dan sejahtera,” ujar Muliwan. 
Panen raya dilanjutkan dengan penanaman kencur oleh Bupati Mustafa lalu menyerahkan bantuan satu unit pompa air yang diserahkan langsung kepada petani setempat. Pada kesempatan itu Mustafa juga sempat menikmati minuman kencur olahan warga. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR