KALIANDA (Lampost.co) -- Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mulai alami kerusakan akibat musim kemarau. Setidaknya seluas 527 hektare (Ha) tanaman padi terancam gagak panen atau puso.

Kepala Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan dari total 1630 hektare tanaman padi yang terancam kekeringan, 527 ha tanaman mulai alami kerusakan dan terancam puso.



"Berdasarkan inventaris dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) baru ada seluas 527 ha tanaman padi mulai rusak kibat kekeringan beberaoa pekan terakhir," kata dia, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya dari 527 ha itu terdiri dari 437 ha tanaman padi rusak ringan dan 90 ha rusak sedang dengan usia berkisar dari 22-80 hari setelah tanam (HST). Meski demikian, tanaman padi tersebut masih bisa diselamatkan dengan tersedianya air.

"Bisa dikatakan terancam gagal panen itu. Kalau beberapa hari kedepan hujan deras, Insyaallah tanamannya selamat. Faktornya hanya kekeruangan pasokan air," katanya.

Sementara itu, Winarya (36) salah satu petani asal Desa Bumidaya mengatakan dirinya hanya pasra ketika musim kemarau yang terjadi beberapa pekan terakhir. Saat ini tanaman seluas 0,4 ha hanya dibiarkan saja seraya menunggu turun hujan.

"Saya tinggal pasrah, mas. Sudah banyak modal biaya sedot air. Sedangkan, sumur bor juga sudah keluar kecil airnya. Harapan kami menunggu hujan deras sehingga tanaman bisa bertahan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR