LIWA (Lampost.co) -- Musim kemarau biasanya harga sayur mayur identik mahal karena produksinya yang sulit. Namun kenyataanya hal itu terbalik, dimana harga sejumlah sayur mayur kini justru anjlok.

Akibatnya banyak petani yang mengeluh dan sengaja membiarkan tanamanya mengering dan membusuk di lahan. Bahkan sebagian memilih dicabut dan dibuang begitu saja karena tidak laku dijual."Siapa mau masak caesim silahkan ambil karena mau saya bersihkan. Sekarang sayur gak laku dijual. Cuma cabai saja yang mahal," kata dia.



Hal senada dikatakan Ningsih (60), warga Way Mengaku. Menurutnya harga sayuran di musim kemarau seharusnya naik. Namun saat ini justru turun. Akibatnya petani merugi.

Harga anjlok telah terjadi sejak sebulan Lebaran Haji lalu. Banyak sayuran yang tidak laku akibatnya petani hanya banyak merugi.

Pantauan di lapangan, harga sayuran caesim atau sawi hanya Rp500 per kilo. Walaupun hanya Rp500 per kilo minat pembeli rendah.

Kemudian seledri hanya Rp4-5 ribu per kilo. Akibatnya banyak petani yang membiarkan tanamanya tua diladang karena tidak laku. Sementara tomat hanya Rp1.000 per kilo, kol Rp3.000 per kilo, dan labu Rp1.500 per kilo.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR