KRUI (Lampost.co)--Meski saat ini sering terjadi cuaca ekstrim angin kencang dan tingginya gelombang laut di Pesisir Barat, namun para nelayan di kabupaten itu masih merasakan berkah dengan adanya musim gurita di perairan setempat.

Pantauan Lampost.co, Kamis (26/10/2017), para pekerja di UD Lohan, satu dari sekian banyak lapak penampung hasil tangkapan laut  di Pesisir Barat, yang berada di Pelabuhan Kuala Stabas, Pesisir Tengah, nampak sibuk mengangkat cool box berisikan gurita ke mobil yang akan dikirim ke Jakarta.
Kepala UD Lohan,  Rusmansyah, kepada Lampost.co, mengatakan saat ini diperairan Pesisir Barat sedang musim gurita. "Sekarang lagi musim gurita, merata dari ujung keujung dilaut wilayah kabupaten ini, kami beli Rp40 ribu per Kilogram. Alhamdulillah selama satu bulan ini seperti ini terus rata rata setiap harinya kami menampung 1-2 ton gurita. Sudah dua hari ini yang naik menjadi 3 ton per hari. Kami perkirakan musim gurita akan terjadi sampai akhir tahun, melihat kondisi cuaca saat ini," kata Rusmansyah. 
Namun, kata dia, memang nelayan belum sepenuhnya menikmati hasil dari harga gurita yang cukup tinggi tersebut, pasalnya ia membeli gurita itu dari para pengepul gurita di sepanjang wilayah perairan kabupaten itu, pengepul membeli dari nelayan. 
"Memang yang kasian nelayan, pengepul membeli dari nelayan Rp25ribu-Rp30ribu per kilogram, saya kadang ingatkan kepada pengepul jangan terlalu rendah membeli gurita dari nelayan. Apalagi sekarang zaman teknologi , harga ikan jenis apapun dapat dicek langsung diinternet, semstinya di kasih harga yang pantas," kata dia.
Gurita gurita itu kata dia dikirim dan dijual kepada penampung (eksportir) di Jakarta.  Ia memperkirakan dalam sehari gurita yang keluar dari pesisir barat rata rata sebanyak enam ton.sebab selain dirinya, ada dua lapak lagi yang menjadi penampung gurita di kabupaten itu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR