KALIANDA (Lampost.co) -- Gelombang tinggi akibat pengaruh angin timur, membuat ratusan nelayan tradisional di pesisir kecamatan Ketapang dan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan enggan melaut.
''Sudah empat hari terakhir ini saya dan teman-teman tak bisa melaut, karna angin timur,' ujar seorang nelayan asal Desa Ketapang, Lampung Selatan, Dedi, kepada Lampost.co, Senin (28/8/2017).

Sambil memperbaiki jaring, Ia mengatakan, ketinggian gelombang di tengah laut bisa mencapai sekitar dua sampai tiga meter. Padahal, angin dirasa tak terlalu kencang di pinggir pantai.



''Kalau untuk kapal-kapal besar, kondisi seperti itu memang tak masalah. Tapi untuk kapal tradisional, jelas sangat berbahaya,'' kata dia.

Dedi menuturkan, sejumlah nelayan memang ada yang terpaksa tetap melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun, mereka tak bisa melaut terlalu jauh ke tengah laut supaya bisa segera kembali ke darat saat gelombang tinggi datang. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR