JAKARTA (Lampost.co)--Pahlawan nasional asal Sumsel Mayjend TNI dr AK Gani (alm) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Militer Pertama yang menjabat Wakil Perdana Menteri RI. Penganugerahan rekor MURI diterima anak alm, GI Priyanti Gani di Jakarta Minggu (15/4).
"Alhamdulilah...kami keluarga besar bapak sagat betrerima kaish atas penganugerahan ini," kata GI Priyanti Gani.

Menurut Yanti, panggilan akrabnya, yang kini mengelola Museum  Dr AK Gani ini,  Dr Ak Gani menjadi Wakil Perdana Menteri RI pada masa kabinet Amir syarifudin, dan  masa jabatan AK Gani  mulai  hingga 29 Januari 1948
Atas anugerah ini, selain kepada Museum MURI,  Yanti juga mengucapkan terimah kasih kepada Pemkot Palembang khususnya 
Kepala Dnas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera selatan, Irene, Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirmam Teguh, Kepala Dinas Pariwisata Palembang  Isnaini Madani, dan Gubernur Sumsel yang telah memberikan perhatian sehingga Museum Dr AK Gani selama ini sehingga akhirnya mendapat penghargaan MURI.
Pendiri MURI Jaya Suprana mengaku sangat mengagumi sosok Dr Ak Gani. Ak Gani bukan hanya sosok militer yang pertama kali menjabat Wakil Perdana Meteri Negara RI, juga sosok budayawan dan bintang film.
Pada tahun 1941, Gani membintangi sebuah film yang berjudul Asmara Moerni berpasangan dengan Djoewairiah. Film ini disutradarai Rd Ariffien dan diproduksi The Union Film Company.
Meskipun sebagian kalangan menganggap keterlibatan Gani dalam film telah menodai gerakan kemerdekaan, namun ia menganggap perlu untuk meningkatkan kualitas film lokal. Meski mendapat kritikan, film satu-satunya itu sukses secara komersial.
Setelah pendudukan Jepang di Indonesia,ada tahun 1942, Gani menolak untuk berkolaborasi. Oleh karena itu ia ditangkap pada bulan September 1943 hingga bulan Oktober tahun berikutnya.
Pada  9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyonomemberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada A.K. Gani. Gelar ini diterimanya bersama dengan Slamet Rijadi, Ida Anak Agung Gde Agung, dan Moestopo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang Rumah Sakit dr AK Gani dan nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR