GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Warga sekitar hutan menduga para pembalak liar di register 22, terutama di wilayah Sendangretno didalangi oleh tiga orang berinisial Y, B dan S. Pembalak berinisial Y merupakan warga Sendangbaru, B dari Sendangasih dan S dari Sendangagung. Ketiganya masuk wilayah Kecamatan Sendangagung.

Informasi yang dihimpun Lampost.co, hingga Minggu (24/2), ketiga orang tersebut masih berkeliaran. Padahal sebelum diamankan polisi, tersangka yang membawa truk bermuatan kayu di Sendangretno sempat menyebut ia hanya orang suruhan yang bertugas mengangkut. Tersangka yang kini ditahan Polres Lamteng itu kepada kelompok pengelola hutan sempat menyebut Y adalah orang yang menjadi dalang pembalakan dan diduga dibantu B dan S.
Az, warga sekitar yang juga berada di lolasi truk kayu saat penangkapan, mengatakan sopir sudah mengakui mengantar kayu milik Y hingga beberapa kali. Setelah dicek ke truk, terdapat dokumen yang menyebut bahwa sopir itu telah enam kali mengantar kayu.
Az meyakini seharusnya pada berita acara pemeriksaan polisi sudah ada pengakuan ini. Az menambahkan tiga orang yang disebut-sebut itu tergolong pemain lama.
Kasatreskri Polres Lamteng, AKP Rezky Maulana, mengatakan pihaknya perlu terlebih dahulu memanggil mitra kehutanan yang pertama kali menangkap kayu ilegal di Sendangretno. Selain itu juga perlu dilakukan lacak balak ke lokasi. 
Terkait adanya nama-nama yang disebut dan diduga sebagai dalang dibalik pembalakan liar tersebut, Rezky mengatakan pihaknya belum sampai kesana. Nantinya pihak Polsek yang membawahi wilayah Sendangretno, Sendangagung harus terlebih dahulu gelar. Selain itu harus ada juga tahapan pemeriksaan ahli dan lacak balak.
"Sejauh ini belum ada tambahan dan perkembangan. Masih sama seperti kemarin," kata Kasatreskrim.
Sebelumnya di Sendangretno, Kecamatan Sendangagung, satu tersangka pembalak liar telah diamankan bersama satu truk kayu sonokeling berjumlah 20 gelondong. Truk dan tersangka ditangkap mitra pengelolaan hutan dan diamankan di Polsek Kalirejo sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Lamteng. Sehari setelahnya, Polsek Padangratu mengamankan satu truk kayu sono keling yang berjumlah sekitar 38 gelondong dan menangkap dua tersangka. Truk diamankan di Payung Makmur setelah sebelumnya sempat menyebrang dari register 22 dan melewati Talangnegeri.
Kayu-kayu sono keling tersebut diduga berasal dari pembalakan liar di register 22 dan bernilai ratusan juta rupiah.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR