BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majlis Ulama Indonesia meminta kepada pemerintah untuk dapat memproduksi vaksin measles rubella (MR) yang halal. Sebab, MUI sebagai lembaga yang mewadahi lapisan kegiatan keislaman sudah memfatwakan kandungan obat untuk imunisasi itu mengandung unsur haram didalamnya.

Sekretaris MUI provinsi Lampung, Basyaruddin Maisir menjelaskan fatwa yang dikeluarkan MUI pusat sudah diterima jajaran provinsi dan kabupaten/kota. Salinan ketetapan hukum Islam itu telah dipelajari dan dipahami jika unsur haram didalam vaksin MR adalah memiliki kandungan babi.



Berdasarkan keterangan para ahli kesehatan virus MR yang memiliki dampak sangat berbahaya maka perlu adanya imunisasi. Artinya, dengan bahayanya yang mengancam dan sampai sekarang belum ada vaksin yang halalnya, sehingga dikondisikan darurat.

"Namun, keharaman vaksin tersebut tidak seharusnya terus-menerus tersebar. Sebab, telah sepatutnya pemerintah untuk memproduksi vaksin yang halal dan menghilangkan unsur-unsur babi dan keharaman lainnya. Itu isi fatwa yang kami pahami," kata Basyaruddin kepada Lampost.co, Kamis (23/8/2018).

Kendati demikian, lanjutnya, MUI untuk sementara ini tetap mendukung program nasional itu. Sehingga Dinas Kesehatan dan MUI provinsi dan kabupaten/kota bisa tetap melaksanakan imunisasi itu sampai adanya vaksin MR halal.

"Jika menurut dokter rubella itu sangat membahayakan dan bisa membuat kebutaan, kerusakan otak, dan fisik lainnya. Tapi, untuk imunisasi syaratnya harus disetujui orang tua, sehingga tidak ada paksaan. Jika orangtua membolehkan maka laksanakan, kalau tidak berkenan jangan dipaksa," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR