KALIANDA (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Selatan, mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat mensukseskan kegiatan imunusasi Measles Rubella (MR).

Sebab, saat ini telah diterbitkan fatwa MUI Pusat dengan nomor 33 tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018, yang mana penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) diperbolehkan (mubah). 



Ketua MUI Lamsel KH Hamim Fadil mengatakan berdasarkan fatwa MUI itu yang memperbolehkan penggunaan Vaksin MR itu karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah) dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Kemudian, ada keterangan dari ahli berkompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal. 

"Berkenaan itu, MUI Lamsel mengimbau masyarakat Lampung agar turut mensuskseskan program Imunisasi MR sebagai wujud ikhtiar atau upaya kita untuk melindungi anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella," kata dia saat rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan kampanye imunisasi MR di Aula Dinas Kesehatan Lamsel, Jum'at (7/9/2018).

Untuk itu, KH Hamim Fadil mengimbau seluruh masyarakat dan jajarannya hingga tingkat desa dapat menyampaikan kepada masyarakat mengenai fatwa tersebut. Dimana, pemberian imunisasi MR itu diperbolehkan atau mubah. 

"Dalam artian mubah itu, masyarakat yang ikut Imunisasi MR boleh dan tidak mau juga boleh. Ya, mengingat vaksin ini dalam keadaan darurat dan tidak ada vaksin yang halal," kata dia. 

Kepala Dinas Kesehatan Lamsel Jimmy P Hutapea melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Lamsel Kristi Endarwati berharap kepada masyarakat tidak lagi ragu untuk diimunisasi anaknya.

"Kami berharap masyarakat yang kemarin masih menunda karena belum ada kejelasan, kini sudah mau melakukan vaksinasi. Mereka bisa mendatangi puskesmas, posyandu, atau rumah sakit. Akan kita layani untuk vaksinasi MR," katanya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR