BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung Khairuddin Tahmid menjelaskan lembaganya akan membuat fatwa mengenai politik uang dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018. Hal tersebut dilakukan agar para calon bisa berkompetisi secara sehat.
MUI, kata dia, akan membuat selembaran yang akan disebar kepada seluruh masjid-masjid seluruh Provinsi Lampung. Selebaran akan dibacakan saat khutbah Jumat yang isinya mengenai urgensi pilkada dalam perspektif agama. "Hukum memilih calon pemimpin dan larangan untuk politik uang. Nantinya kami sebarkan seluruh masjid se-Lampung," katanya.
Ia menegaskan memilih pemimpin dalam Islam wajib hukumnya. Mekanisme pemilu merupakan cara memilih yang bisa dilaksanakan sehingga sosialisasi harus dijalankan sesuai dengan aturan dan regulasinya. "Siapa pun calonnya, tidak ada masalah. Namun, harus ada aturan yang diberikan dan sanksi harus jelas. Menjadi kewenangan kita semua bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi yang lebih baik," katanya.

Banyak Cagub

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Mohammad Mukri menyambut baik jika banyak calon gubernur yang maju pada Pilkada 2018. Namun, masyarakat diminta untuk bijak memilih pemimpin dengan melihat integritas dan rekam jejaknya.
"Masyarakat sudah cerdas bisa melihat calon dari track record-nya. Kalau enggak punya track record, jangan mimpi jadi pemimpin. Setelah itu, yang dinilai adalah integritas si calon," katanya usai workshop yang digelar KPU Lampung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Rabu (15/11/2017).
Menurut dia, dunia politik menjadi pintu bagi orang-orang yang ingin masuk surga. Jika politikus bisa menjadi pemimpin yang adil dan bisa menjalankan amanah masyarakat, akan masuk golongan yang dicintai Allah swt. Ia menerangkan sejatinya semua ilmu itu mengacu pada ilmu politik dan seharusnya orang-orang yang terjun di dunia politik santun-santun.
Pemimpin juga harus langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mengetahui keluh kesahnya. "Kalau pemimpinnya ngaco, ngapain dipilih. Kalau mau jadi pemimpin, harus berbuat baik," katanya.
Mukri menambahkan faktor finansial juga menjadi modal bagi calon untuk maju. Para calon harus menjaga lisannya dalam menyampaikan tutur kata. Kalaupun calon tidak memiliki modal, bisa pastikan di lingkaran-lingkarannya ada pemodal kuat.
Para cagub, kata dia, diminta untuk berkompetisi secara sehat dan tidak anarkis. Tuhan pasti sudah merencanakan siapa yang menang pilkada, calon hanya bisa melakukan ikhitar melalui pemilu dan proses demokrasi. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR