LINI masa media sosial milik saya, baik WhatsApp, Instagram, maupun Facebook, penuh dengan ungkapan pemudik yang baru pertama kali mencoba melewati jalan tol trans-Sumatera (JTTS) Bakauheni—Terbanggibesar. Memang jalan tol tersebut tidak sepenuhnya berfungsi secara keseluruhan sepanjang 140 km. Jalur yang baru bisa digunakan oleh para pemudik sepanjang 14 km saja, yakni Bakauheni—Desa Hatta sepanjang 9 km dan Lematang—Kotabaru sepanjang 5 km.

Namun, beberapa warga Lampung yang kembali dari perantauan saat musim mudik 2018 mengaku sangat bangga, saat ini sudah ada jalan tol layaknya di kota kota besar di Indonesia. "Sumpah guwe bangga Lampung punya jalan tol," ujar Aditya, pemudik dari Jakarta, yang dia unggah ke media sosial Instagram miliknya.



Menurutnya, pembangunan tol yang ia ketahui dari berita di media massa hanya sebatas pekerjaan pembangunannya, tanpa bisa terlihat hasil yang nyata. Namun, berkat mudik melalui jalan fungsional tol itu, dia baru benar-benar merasakan bahwa Lampung sudah memiliki jalan tol.

"Ya meskipun enggak full jalan tol sampai Bandar Lampung, ngelewatin sedikit saja sudah senang, perjalanan jauh lebih cepat," kata Warga BTN Way Halim itu.

Warga Bandung, Jawa Barat, Tama (23), yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya di Terbanggibesar, Lampung Tengah. Mengaku merasa sedikit terbantu dengan dioperasionalkannya tol Bakauheni—Desa Hatta ini.

"Sayang saja ya karena belum nyambung langsung ke Terbanggibesar. Saya kira sudah nyambung seperti berita-berita yang beredar," ujarnya.

Bukan saja pemudik pendatang dari luar Lampung yang mengaku kaget dan bangga adanya jalan tol di Sai Bumi Ruwa Jurai. Warga Lampung yang bepergian ke luar juga mengaku senang sudah berfungsinya beberapa ruas jalan tersebut.

Seperti Fajri (22), warga Gunungterang, Bandar Lampung, yang mudik ke kampung halamannya di Ciamis, Jawa Barat. "Kaget sih pas sampai Sidomulyo ada polisi yang mengalihkan arus ke jalan tol. Eh ternyata sudah bisa dilewati langsung sampai ke Pelabuhan Bakauheni," kata dia.

Mengenai tarif lewat tol ini, Kepala Operasional JTTS Lampung Hanung Hanindito mengatakan tidak ada tarif yang diberlakukan sampai ada keputusan lebih lanjut dari Kementerian PUPR. "Namun, yang jelas kami menunggu perintah jalan tol ini harus tersambung semua terlebih dahulu, baru dapat dikenakan tarif semestinya," kata dia.

Pada dua ruas jalan tol tersebut lampu penerangan jalan juga telah lolos uji dan layak operasi, sehingga perlengkapan rambu lalu lintas dan lampu jalan sudah disiapkan. "Kami juga menyediakan tempat beristirahat sementara dan membuka bengkel serta menyediakan BBM dari Pertamina serta klinik gratis, kami buka di setiap gerbang tol," ujarnya.

Dia menambahkan selama operasional tol itu menunjukkan sudah mengalami kenaikan kendaraan pemudik yang melintas melalui jalur tol ini. Diperkirakan sejak pertama dibuka, pengguna tol mencapai sekitar 10 ribu kendaraan. "Peningkatan kendaraan pengguna tol itu sampai 200% dibandingkan hari biasa."

Selain itu, tol juga dimanfaatkan oleh anggota kepolisian untuk mengatasi kepadatan di PT Bukit Asam, Jalan Soekarno-Hatta, Km 15 Tarahan, Srengsem, Panjang. Hal itu disebabkan di titik tersebut terdapat pengerjaan proyek pembangunan jembatan flyover baru Tarahan II, milik PT Bukit Asam TBK, yang dikerjakan oleh PT PP Urban.

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Bryan Benteng mengatakan ada sekitar 2.000 kendaraan pribadi yang dialihkan ke tol Lematang dan tidak melewati Simpang Baruna serta dekat PT Bukit Asam. Namun, arus lalu lintas pemudik yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni dialihkan ke Jalan Ir Sutami, lalu menuju tol Lematang ini ditutup pada pukul 16.00, Rabu (20/6).

"Jam empat sore kami tutup karena tol ruas ini tidak ada penerangan. Total ada 2.000 mobil pribadi masuk tol. Jadi arus lalu lintas di Baruna dan Tarahan lancar dari siang sampai sore," ujarnya.

Baru beberapa ruas saja yang berfungsi, jalan tol Lampung sudah sangat bermanfaat bagi warga Sai Bumi Ruwa Jurai maupun para pendatang. Apalagi jika jalan tol ini sudah tersambung sepenuhnya. Mudah-mudahan tahun depan arus mudik 2019, semua ruas sudah terhubung sehingga warga Bandar Lampung seperti saya bisa menikmati mudik lewat tol secara maksimal. Sebab, kebetulan tahun ini saya tidak bisa ikut mudik ke Jawa Barat bersama keluarga.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR