KALIANDA (Lampost.co) -- Meski pembelian tiket kapal feri lintas penyeberangan Bakauheni- Merak dengan menggunakan kartu uang elektronik sudah berlangsung sejak Agustus 2018 lalu,  namun tiket non-tunai tersebut baru pertama kali diberlakukan kepada pemudik pada Lebaran tahun 2019.

Untuk itu, PT ASDP cabang Bakauheni menyiapkan loket tiket pembelian kartu perdana uang elektronik di Pelabuhan Bakauheni bekerja sama dengan empat bank pemerintah, yakni Bank Mandiri (kartu e-Money), BRI (Brizzi), BNI (Tap Cash), dan BTN (Blink).



Sedangkan pemudik yang sudah memiliki kartu namun saldo tidak mencukupi, juga menyediakan loket pembelian saldo isi ulang (top-up). "Pemudik tidak lagi membeli tiket dengan uang tunai, melainkan menggunakan kartu yang berisi uang yang disediakan empat bank milik BUMN tersebut," kata General manager PT ASDP Cabang Bakauheni,  Hasan Lessy di Pelabuan Bakauheni, Minggu (26/5/2019).

Menurut dia, kartu uang elektronik tersebut masih diberlakukan untuk tiket penumpang jalan kaki dan kendaraan hingga golongan IV.  Sedangkan untuk kendaraan Golongan V ke atas (bus-treller) masih menggunakan uang tunai. "Tiket kapal juga bisa didapatkan secara online melalui website resmi PT ASDP Indonesia Ferry, " jelas Hasan Lessy. 

Pada angkutan Lebaran tahun ini, ASDP cabang Bakauheni menyiapkan 17 loket tiket uang elektronik penumpang di kapal reguler maupun layanan kapal eksekutif, 17 loket tiket kendaraan roda dua dan 3 dari 19 loket tiket kendaraan hgolongan IV sampai golongan IX diberlakukan non tunai.  "Pada tahun ini pemudik bisa menikmati perjalanan lebih cepat.  Hanya satu jam melalui dermaga eksekutif dengan layanan kapal VIP dengan tarif lebih tinggi.  Yakni Rp 50ribu per pwnumpang dewasa dan Anak anak Rp34 ribu. Sedangkan di kapal reguler hanya Rp15 ribu/penumpang dewasa dan anak anak Rp8r ibu, " pungkas Hasan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR