BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Puluhan motor antik yang telah berusia puluhan tahun terparkir rapih di salah satu bengkel motor antik yang terletak di Jalan Persada I, Kemiling, Bandar Lampung.

Motor-motor antik keluaran Inggris dengan berbagai jenis dan tipe seperti Harley Davidson, Triumph, BSA Matchles, Royal Enfield, dan sebagainya. Bukan sekedar bengkel tempat ini juga dijadikan sebagai salah satu tempat kumpul komunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI) Lampung



MACI yang telah berdiri sejak 1993 di Lampung ini, menjadi salah satu komunitas motor tua di Lampung, anggotanya pun tergolong sedikit yakni sekitar 100 orang dari seluruh kabupaten/kota. Pasalnya motor antik yang sudah tidak diproduksi lagi tersebut, semakin lama semakin banyak peminatnya, sedangkan motor antik tidak bertambah, sehingga tidak mudah untuk mendapatkan motor antik tersebut.

Salah satu pengurus,yang juga anggota MACI Lampung Bagus Wicaksono mengatakan MACIdi Indonesia sudah ada sejak tahun 1980-an, yang kemudian menyebar ke seluruh Nusantara salah satunya Lampung. Komunitas yang didominasi oleh para pria dewasa ini menjadikan komunitas sebagai salah satu wadah penyalur hobi dan pecinta motor antik. Mengakomodir motor antik supaya tetap ada.

"Disini sebagai tempat untuk berbagi informasi, tempat berkumpul, dan bersilaturahmi sesama pecinta motor antik. Kemudian disini juga sebagai tempat bertukar informasi, sebab banyak orang tidak tahu jual motor antik dengan harga murah. Padahal motor antik itu unik, misalnya gigi biasanya di kanan, ini di kiri," kata Bagus.

Bahkan kata dia, memiliki motor antik sekaligus sebagai investasi, harga second motor antik sama seperti motor baru, semakin tua motor, maka harganya semakin mahal. "Motor antik harganya tidak bisa dipatok sekian. Sebab kalau orang sudah suka berapa saja berani bayar. Semakin tua semakin mahal, " kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR