PANARAGAN (Lampost.co)--Motif sementara kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan korban Iis Nuryani (24), warga Mulyaasri yang diduga dianiaya suaminya sendiri, Hen (35), diduga karena cemburu.

Hal ini diungkapkan pelaku di hadapan penyidik kepolisian sektor Tulangbawang Tengah, sebagaimana dijelaskan Kapolsek Tulangbawang Tengah Kompol Zulfikar, didampingi Kanit Reskrim Polsek setempat Ipda Tohid, saat dikonfirmasi di Polsek Tulangbawang Tengah.



"Pengakuan pelaku dia cemburu, saat dia mengajak istrinya berhubungan intim, istrinya menolak," kata Kapolsek, Rabu (9/1/2019).

Hal tersebut yang menyulut emosi pelaku, hingga terjadi penusukan saat korban sedang tidur pada pukul 01.30. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan kebenaran dari pengakuan pelaku yang didapati memiliki riwayat gangguan jiwa itu.

"Dari keterangan keluarga, pelaku memiliki gangguan jiwa, untuk itu besok rencananya akan kami bawa ke dokter jiwa untuk memastikan kondisi mental pelaku," kata Kapolsek.

Diketahui sebelumnya, usai melakukan penusukan terhadap istrinya, pelaku melarikan diri ke arah simpang PU dan bersembunyi di semak-semak belakang kantor BRI Simpang PU Tiyuh Candramukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

"Pada pukul 02.30, petugas kami berhasil menangkap pelaku dan pada pukul 06.00 baru dibawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kapolsek.

Apabila pelaku terbukti melakukan KDRT, oleh pihak kepolisian akan dikenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun kurungan penjara.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR