MOGOK kerja menjadi salah satu alternatif para pekerja atau karyawan untuk memprotes kebijakan kantornya. Namun, jika perusahaannya jasa layanan, tentu mogok akan merugikan konsumennya. 

Nay ya kidah, kik sai mak aga beguai no tukang junjong, khep aaga mengan (Iyalah, kalau yang mogok tukang masa, makan apa kita). 



Seperti di Eropa, demo mogok kerja dilakukan para pilot SAS di tiga negara; Norwegia, Swedia, dan Denmark. Sebab, pembicaraan mengenai upah mengalami kebuntuan sehingga memicu antrean ribuan penumpang di bandar-bandar udara. 

Pemogokan di seluruh tiga negara Skandinavia itu dapat menimbulkan dampak terhadap 170.000 penumpang selama akhir pekan. Perundingan-perundingan diharapkan dimulai lagi untuk mencapai kesepakatan. 

Acak begeluk kuti mufakat, dang ngekhugiko ke dua. Wat-wat gawoh (Lebih baik cepat kalian sepakat, janagn membuat rugi orang. Ada-ada saja).  

"Sebagai konsekuensi pemogokan, penerbangan-penerbangan domestik, Eropa dan jarak jauh telah dibatalkan, dan ribuan penumpang akan terkena dampak," katanya dalam satu pernyataan. 

Di sejumlah bandara di Skandinavia, para penumpang yang terdampar antri di meja-meja layanan SAS untuk meminta bantuan. 

"Pemogokan ini mengganggu segalanya," kata turis asal Meksiko, Carmen Sosa (50), yang terdampar di bandara Gardermoen Oslo. 

SAS menyatakan pihaknya bersedia berunding, tetapi jika permintaan-permintaan para pilot dipenuhi, "akan timbul konsekuensi sangat negatif" bagi perusahaan.

Serikat-serikat pekerja bulan ini menyerukan 1.500 pilot SAS untuk melanjutkan pemogokan pada Jumat jika tak ada perjanjian dicapai mengenai upah dan isu-isu lain setelah babak perundingan sebelumnya gagal. 

"Pemogokan bisa dihindarkan jika SAS menunjukkan keinginan ril untuk menemui kami," kata Rene Arpe, ketua serikat pekerja Denmark.

Dikatakan, manajemen SAS berpendapat karyawan mereka harus menerima kondisi kerja yang lebih buruk, jam kerja yang tak dapat diprediksi dan ketaknyamanan mengenai kerja. Dewan majikan industri penerbangan di Swedia mengatakan para pilot "mengajukan "klaim upah yang ekstrem", menuntut kenaikan 13% kendati upah rata-rata sudah mencapai 93.000 crown Swedia (9.759,89 dolar AS) per bulan. 

"Kami berharap para pilot mengambil tanggung jawab besar dalam situasi ini," kata Torbj Granev, kepala perundingan di Konferderasi Swedia bagi Perusahaan Transpor.

Pemogokan itu tidak mengganggu penerbangan oleh mitra SAS, yang mencapai sekitar 30 persen dari seluruh keberangkatan, kata maskapai itu. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR