BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Modalku mengumumkan Dr. Muhamad Chatib Basri, pakar ekonomi nasional dan Menteri Keuangan Indonesia era 2013 - 2014, telah ditetapkan secara resmi menjadi penasihat bagi startup peer-to-peer (P2P) lending terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut.

Sejak pertemuan dengan Co-Founder Modalku di Harvard Business School, Muhamad Chatib sangat mendukung visi dan misi Modalku untuk menyediakan akses ke modal usaha bagi setiap UMKM yang berpotensi dan layak mendapatkan kredit. Reynold Wijaya, selaku Co-Founder dan CEO Modalku, mengatakan merupakan suatu kehormatan pakar ekonomi sekaliber Dr. Muhamad Chatib Basri menerima penetapan menjadi penasihat Modalku.



"Dari awal Modalku berdiri, beliau mempercayai visi kami dan mendorong agar Modalku mencapai potensinya. Bahkan beberapa kali beliau menjadi narasumber di acara Modalku," kata dia dalam rilisnya, Rabu (29/8/2018).

Sejak berdiri, Modalku telah meraih Pendanaan Seri A dan Seri B terbesar bagi platform P2P lending di Asia Tenggara, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 350 miliar. Pendanaan Seri B Modalku, yang diumumkan April 2018, didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, serta Golden Gate Ventures. Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Sementara itu, Muhamad Chatib Basri menyatakan industri P2P lending memberikan akses pembiayaan bagi UMKM yang belum sepenuhnya terlayani oleh institusi keuangan formal. Oleh karena itu, platform Modalku menjadi salah satu wadah yang berpotensi memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Melalui pangsa pasar baru, kerja sama P2P lending dengan institusi finansial lainnya dapat mewujudkan ekosistem keuangan digital yang lebih baik.

"Dengan kolaborasi bersama Modalku, saya ingin memberikan kontribusi positif di bidang teknologi untuk mendukung inklusi keuangan demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
 
 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR