BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bandar Lampung, menggelar seminar pengembangan SMK 2017 mengenai Implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, di hotel Horison, Bandar Lampung, Sabtu, 16 Desember 2017.
Seminar ini akan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar dengan dihadiri Kepala Subdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M Bakrun, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung M Yusuf Kohar, dan seluruh kepala SMK se-Bandar Lampung.
Ketua MKKS SMK Bandar Lampung, M Edy Harjito kepada Lampung Post, Jumat (15/12) mengatakan tujuan seminar adalah mendukung tercapainya visi dan misi Disdikbud Lampung dan Kemendikbud mengenai kebijakan pengembangan dan revitalisasi SMK di Lampung, agar selaras dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ia mengatakan bertemunya para pengambil keputusan dibidang pengembangan SMK dengan kalangan DUDI pada seminar untuk menjalin komunikasi dan memfokuskan revitalisasi untuk mencari solusi terkait persoalan yang terjadi sehingga pengembangan SMK berjalan dengan baik.
“Nanti yang bertemu adalah pihak SMK dengan para pengambil kebijakan terutama kalangan DUDI. Akan banyak hal yang akan dibahas dalam pengembangan SMK bersama stake holders, seperti permasalahan peralatan praktik, kurangnya guru produktif, dan lainnya, sehingga akan menjadi rujukan dalam merevitalisasi SMK,” kata dia.
Menurut dia, pada Inpres ditegaskan bahwa seluruh pengambil keputusan termasuk kepala daerah harus mampu mengambil langkah strategis merevitalisasi SMK dalam meningkatkan kualitas dan daya saing SDM untuk menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum dengan kompetensi sesuai pengguna kebutuhan lulusan.
“Melalui diskusi ini akan ada rekomendasi yang dihasilkan untuk pengembangan SMK. Hasilnya nanti disampaikan kepada pembuat dan pengambil kebijakan untuk sebagai masukan dalam mengembangkan SMK di Lampung,” kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR