BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan upaya mitigasi dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga Oktober mendatang. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Edy Yanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan melalui petugas pengawas lapangan  di seluruh Kabupaten se Lampung untuk mendata lahan pertanian yang mengalami kekeringan. 



Setiap tahun Pemprov menyalurkan bantuan pompa air sebanyak 500 unit dengan berbagai tipe diantaranya tipe 2 inci, 3 inci,  dan 4 inci sesuai denga  kebutuhan di tiap daerah. 

"Saat ini petugas kami sedang memetakan dimana saja wilayah yang rawan kekeringan. Jauh hari sudah menyiapkan pompa air,  tahun ini 500 lebih pompa air yang tersebar di Lampung," kata dia Kamis (2/8/2018).

Selain itu, petani juga disarankan untuk bergabung di asuransi usaha tani sebagai langkah antisipasi jika terjadi gagal panen akibat kemarau.

Sejauh ini,  pihaknya belum menerima laporan wilayah mana saja yang mengalami kekeringan. Merujuk pada tahun lalu, daerah yang telah dipetakan yakni Palas, Sragi, Kedondong, Pesawaran, Lampung Timur. 

Daerah tertentu akan memompa air dari aliran irigasi namun jika jauh dari sumber air maka bisa mengambil air di embung. Seluruh wilayah Lampung berpotensi mengalami kekeringan meski tidak seluruhnya. 

"Pemerintah pusat telah memberi bantuan embung dan itu sangat membantu sebagai tabunfan air ketika memasuki musim kemarau seperti saat ini," kata dia.

Efisiensi penggunaan air dari aliran irigasi juga dilakukan sehingga pengguna air sesuai dengan kebutuhan.  

"Kontrol penggunaan air juga dilakukan,  karena tanaman padi tidak perlu sampai menggenang,  setidaknya basah saja tanahnya,  artinya penggunaan air untuk sawah bisa dibagi ke sawah lainnya, " imbuhnya.

 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR