LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 July
136054
Kategori Lampung
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Misteri STA 002 Tol Bakauheni, Terus Digempur Bukit Itu Tak Juga Tembus
Bukit Batu di STA 002 Siring Itik‎ kecamatan Bakauheni, Lampung Selaan masih kokoh berdiri walau setiap hari digempur untuk pembangunan jalan tol trans sumatera ruas Bakauheni -Terbanggi besar. (Aan Kridolaksono)

Misteri STA 002 Tol Bakauheni, Terus Digempur Bukit Itu Tak Juga Tembus

KALIANDA (Lampsot.co) -- Bukit batu itu berada di STA 002 Km 1,70 Siringitik, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Sejak megaproyek pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni—Terbanggibesar sepanjang 139 km di groundbreaking Presiden Joko Widodo pada akhir April 2015, terdapat pekerjaan yang hingga saat saat ini belum selesai. Keberadaan bukit tersebut cukup menghambat pembangunan proyek strategis itu yang ditargetkan rampung Juni tahun depan itu. 

"Perkiraan awal tahun 2017, pembangunan jalan tol sampai ke bukit batu itu. Tapi sampai saat ini bukit batu yang berjarak tempuh sekitar 1,5—2 km dari Pelabuhan Bakauheni itu masih kokoh berdiri. Padahal, setiap hari sejumlah alat berat bekerja dan dump truck mengangkut batu tersebut untuk menimbun lokasi tol lainnya," kata Teguh, warga Dusun Siringitik, Kecamatan Bakauheni, kepada Lampung Post, Selasa (11/7).

Memang aneh, Mas, hampir setiap hari puluhan batu dari bukit tersebut diambil, tapi pekerjaan tidak kelar-kelar..

Salah satu pekerja megaproyek tersebut, Ahmad (37), yang sudah bekerja sebagai kuli kasar di proyek tersebut sejak akhir 2016 itu, mengatakan dari titik nol hingga sampai ke bukit batu tersebut, belum melihat ada tanda-tanda bukit batu yang digali, digusur, dan diangkut batunya setiap hari itu menembus ruas tol di balik bukit batu itu.

"Memang aneh, Mas, hampir setiap hari puluhan batu dari bukit tersebut diambil, tapi pekerjaan tidak kelar-kelar. Banyak yang bilang batu di bukit itu tumbuh lagi saat pekerja akan melanjutkan pekerjaan pada pagi harinya," ujar Ahmad saat ditemui sedang melakukan pekerjaan membangun talut pada STA 002 Way Apus.

Isu tumbuhnya kembali bukit itu juga disampaikan salah seorang pekerja lainnya yang tak mau disebutkan namanya. Menurut dia, bukit tersebut digerus dari pagi sampai magrib setiap harinya. "Namun, setelah sekian lama dilakukan pengambilan batu dari bukit itu tidak juga tembus ke ruas tol Desa Klawi. Isu yang beredar batu di bukit tersebut tumbuh kembali. Saya juga baru tahu padahal sudah puluhan tahun menetap di Bakauheni," kata dia.

Sementara General Affair PT Pembangunan Perumahan (PP) Yus Yusuf saat dihubungi ponselnya dalam keadaan aktif tapi tidak diangkat. Pada Ramadan lalu, Yus menyatakan bukit batu tersebut menjadi salah satu kendala dalam pembangunan jalan tol tersebut. "Batu di bukit itu seolah-olah bisa tumbuh, seperti ranting pohon yang patah tumbuh tunas," ujarnya, beberapa waktu lalu.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv