LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 September
2968
Kategori Feature
Penulis Fajar Nofrita
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Misri dan Rio-Rikoh Tak Menyangka Bakal Dikunjungi Bunda PAUD dan Ketua Himpaudi Lampura
Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Endah Kartika Prajawati di dampingi Ketua Himpaudi Lampura, Imam Hanafi, Rabu (13/9/2017), mengunjungi warga yang menderita lumpuh di Abung Tengah. (Foto:Lampost/Fajar Nofrita)

Misri dan Rio-Rikoh Tak Menyangka Bakal Dikunjungi Bunda PAUD dan Ketua Himpaudi Lampura

KOTABUMI (Lampost.co)--Dua warga Desa Kinciran, Kecamatan Abung Tengah ini tak akan menyangka jika akan kedatangan tamu penting ke rumahnya yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten Lampung utara itu.

Misri (38), menderita lumpuh akibat kecelakaan, serta Rio dan Riko (12), anak kembar siam yang mengalami kelainan sejak lahir lahir, tak menyangka jika Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Endah Kartika Prajawati di dampingi Ketua Himpaudi Lampura, Imam Hanafi, Rabu (13/9/2017).

Bunda PAUD Lampura mengetahui kabar adanya dua warga yang mengalami lumpun dan menderita kalinan sejak lahir, langsung memutuskan untuk menyambanginya, meski jarak tempuhnya 40 km dari Kotabumi dengan melintasi jalan lintas Sumatera dan masuk ke dalam Kecamatan Abung Tengah yang kondisi jalannya tak semulus jalan lintas.

Misri yang ditemani sang ibu yang sudah renta, mengisahkan sakitnya. "Awal mulanya jatuh dari pohon jengkol, kemudian masuk kedalam sumur. Kejadian sekitar 13 tahun lalu, sampai saat ini belum ada perubahan untuk sembuh. Padahal sudah berobat, baik secara medis maupun alternatif," terang Misri menjawab pertanyaan Bunda PAUD Lampura itu.

Menurut diagnosa dokter, lanjut Misri, ia mengalami pelemahan pada syaraf-syaraf dan sendinya. Karena keterbatasan biaya yang ada pada keluarganya, membuatnya tak bamyak pilihan. Hingga dibiarkan begitu saja sampai lebih dari satu dekade lebih itu.

Sementara itu, di tempat lain yang tidak berjauhan jaraknya,hanya bersebelahan dusun, dua anak kembar siam memiliki kelainan pada tumbuh kembangnya. Sebab, meski telah berumur usia anak kelas enam SD, namun, kondisi badanya tidak seperti anak seusianya.

"Meski umurnya telah menginjak dua belas tahun,namun badan lain dari kebanyakan anak diusianya," ungkap Sugeng, orang tua kedua anak yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini.

Melihat kondisi demikian, Endah terlihat tak kuasa menahan air matanya berlinang, hingga membasahi pipinya dan hiasan make-upnya. Ia pun berjanji akan menghubungi dinas terkait untuk memberikan bantuan terhadap masyarakat kurang mampu itu. Dalam kesempatan itu pula, wanita ramah itu turut memberikan bantuan untuk keperluan sehari-hari keluarganya.

"Nanti coba akan kita kordinasikan dengan pihak kecamatan maupun dinas terkait, agar mereka dapat diringankan bebannya," ujarnya.
 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv