BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Usai diperiksa selama 7x24 jam sejak diamanakan oleh Densus 88 Mabes Polri dan Polda Lampung, akhirnya Mis yang diduga sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubaroq, yang tinggal di jalan Raya Sumber Raya, Dusun IA, Desa Karanganyar,  Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Jumat (22/6/2018), ditetapkan sebagai tersangka.
"Statusnya tersangka, sudah ditahan, sama PP terduga lainnya," ujar Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol, Jumat (29/6/2018).
Yoyol menyebutkan enam terduga lainnya yang telah diamankan, sudah dijadikan tersangka, dan satu orang dilepaskan karena tidak cukup bukti. Sementara terduga lainnya yakni He (46) yang tinggal di Dusun Titi Rante,  Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan, masih diperiksa. "Ya yang enggak dilepas itu ditahan," katanya.
Namun Yoyol enggan memaparkan secara rinci hasil pemeriksaan penyidik, apakah mereka benar terlibat dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), atau semuanya dalam satu keterkaitan. "Saya enggak bisa paparkan itu," kata Wakapolda.
Sementara Dirintelkam Polda Lampung, Kombespol Amran Ampulembang, mengatakan seluruh pelaku yang diamankan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan JAD, berdasarkan hasil monitoring Intelkam, dan berpedoman dengan data BNPT tahun 2017. Namun ia tak memaparkan secara rinci, apakah seluruhnya saling keterkaitan, atau tidak.
"Ya mereka diduga ada kaitannya dengan JAD, kalau yang He informasi pernah ikut pelatihan militer di Aceh, dan sudah divonis pidana," katanya di Mapolda Lampung.
Amran menjelaskan memang penindakan, dan penangkapan bukan merupakan domain satuannya. Intelkam, hanya melakukan monitoring dan deradikalisasi, terutama melakukan pemantauan dengan mengedepankan fungsi 3 pilar, Babinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala desa/lurah.
"Kita terus melakukan monitoring, baik yang terdata, maupun yang telah dilepaskan," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR