BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Seorang pemuda bernama Mulyadi (27) ditemukan tewas dengan kondisi tergantung dengan seprai di kediamannya, di Jalan Yulis Usman, Kelurahan Gedungmeneng Baru, Rajabasa, Minggu (17/2/2019).

Informasi yang dihimpun lampost.co, anak pasangan Aminah dan Abh Hani itu ditemukan dalam keadaan lehernya terlilit kain seprai dengan mengenakan pakaian kaos abu-abu serta celana jins di dalam kamarnya yang berukuran 3 X 2 meter, tepat berada di pojok kamar di atas kasur.



Di dalam kamar korban yang merupakan anak ke-12 itu terdapat gadget yang disandarkan pada gelas mi instan dalam keadaan standby live streaming di Facebook. Bahkan, korban sempat berfoto ketika hendak gantung diri, dan sempat meminta dibuatkan kopi sekitar pukul 06.00.

Tetangga sekitar, Ratih (51), mengatakan orang tua korban mengetahui anaknya tersebut sekitar pukul 12.30. "Jadi, ibu almarhum itu bingung. Kok belum bangun-bangun sudah siang. Pas dicek di jendela, ibu korban kaget. Kemudian berteriak dan warga sekitar langsung datang," ujarnya.

Dalam kesehariannya, kata Ratih, Mulyadi yang bekerja serabutan tersebut dikenal pribadi yang riang dan tidak pernah ada masalah sama sekali. "Dia kemarin saja ikut fogging sama warga, makanya kami kaget," katanya.

Tim Inafis Polresta Bandar Lampung bersama dengan Polsek Kedaton telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RSUD Abdul Moeloek. "Iya, masih kami selidiki," kata Wakapolsek Kedaton Iptu Rahmat Sumarsono," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR